5 Wisata Sejarah di Aceh

Posted on

Mari kita melihat sejenak kepada provinsi paling ujung dari Indonesia, yaitu Aceh. Aceh merupakan saksi bisu rakyat Indonesia melawan penjajah. Tak heran jika Provinsi ini menyimpan banyak objek wisata sejarah.

1. Museum Tsunami Aceh

sumber-phinemo.com

Kejadian tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 menyisakan kenangan buruk bagi masyarakat disana. Gempa dan tsunami dahsyat menghantam kota itu dan memporak-porandakan segala yang ada. Inilah bencana terbesar yang dialami Indonesia sepanjang sejarah.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, dibuatlah museum Tsunami Aceh yang resmi dibuka pada februari tahun 2009. Pembangunan museum ini dengan tujuan untuk mengingatkan manusia bahwa kita tidak bisa lepas dari kuasa Tuhan.

Tampak dari atas, museum tersebut sangat unik bentuknya. Keunikan gaya arsitektur museum itu terlihat dari perpaduan konsep modern dan klasik.

Bentuknya yang melengkung menyiratkan bahwa itu adalah ombak yang berputar dan bangunannya jika dilihat dari samping mirip seperti kapal pesiar.

Kamu bisa mengunjungi museum ini setiap hari kecuali hari jum’at dan buka mulai pukul 09.00-12.00 dan dibuka kembali pada pukul 14.00-16.30 WIB. Tenang saja, kamu bisa menikmati keindahan museum bersejarah ini tanpa mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis.

Baca juga : Tempat Wisata Sejarah di Solo

2. Museum Negeri Aceh

sumber-pergiberwisata.com

Museum Negeri Aceh merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi, karena ini adalah sebuah mueseum etnografi dari suku-suku bangsa asli yang mendiami Aceh.

Museum yang berpusat di Kota Banda Aceh ini di dalamnya terdapat gedung pameran tetap yang memiliki koleksi objek sejarah. Untuk bisa masuk kesini, biaya tiketnya berbeda seusai usia.

Rincian biayanya adalah sebagai berikut, anak-anak Rp 2000, Dewasa Rp 3000, dan orang asing Rp 5000. Woww, ternyata murah sekali ya.

3. Taman Putroe Phang

sumber-santhih.wordpress.com

Taman ini letaknya tidak jauh dari Kerkhof Peucut karena berada di tengah kota Banda Aceh. Taman ini mengukir sejarah adanya hubungan erat antara Kerajaan Aceh dengan Pahang, Malaysia. Sejarah taman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisuri kesayangan Putroe Phang.

Wa, saking sayang dan cintanya Sultan Iskandar Muda kepada putri Putroe Phang, maka dibuatkanlah taman agar Putroe Phang tidak merasa kesepian.

Tempat ini dijadikan sebagai objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi khususnya oleh wisatawan dalam negeri. Namun banyak juga wisatawan asal Malaysia yang berkunjung kesini.

Baca juga:  Museum yang Wajib Dikunjungi di Surabaya

4. Kerkhof Peucut

sumber-ksmtour.com

Wow, dilihat dari fotonya saja kelihatan sangat indah ya gaes. Banyak tanaman bunga disekitar bangunan tersebut. Ya, itu adalah Kerkhof Peucut yang merupakan tempat wisata sejarah peninggalan Penjajahan Belanda.

Berlokasi di Desa Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Provinsi Aceh, tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Jangan salah, tempat indah itu sebenarnya adalah kompleks pemakaman yang terawat indah oleh masyarakat Aceh. Bahkan sampai Kerajaan Belanda saja menaruh rasa hormat pada masyarakat Aceh yang telah merawat pemakaman tersebut.

Tercatat ada 2.200 nisan korban dari peperangan antara Belanda dan rakyat Aceh yang berjajar dan tersusun rapi di tempat itu.

5. Situs Taman Sari Gunongan

sumber-heikaku.com

Terletak di jalan Teuku Umar, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, bangunan ini berada sekitar 100 meter bersebrangan dengan kompleks pemakaman prajurit Belanda, Kerkhof Peucut, dan museum Tsunami Aceh.

Tidak jauh berbeda dengan Taman Putroe Phang, Gunongan juga dimaksudkan untuk permaisuri Putri Kamallah yang lebih sering disebut dengan Putroe Phang agar tidak kesepian dan bisa bermain.

Karena permaisuri sangat rindu dengan suasana pegunungan di negeri asalnya, maka Sultan Iskandar Muda menghiburnya dengan membuat sebuah gunongan yang merupakan simbol dari pegunungan.

Baca juga artikel lainnya:

Gravatar Image
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *