Yuk Berkunjung ke Kampung Tertua di Bogor

Posted on

Indonesia adalah negara yang besar terdiri dari beribu-tibu pulau dari Sabang sampai Merauke. Saat ini kita akan melirik satu kampong tertua yang terletak di kota Bogor, Jawa Barat. Kampong yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan memiliki banyak tradisi turun temurun yang dijaga sampai saat ini.

Kampong tertua ini terletak di Kecamatan Tamansari yang terdiri dari Desa Tamansari, Desa Suka Resmi, Desa Suka Mantri, Desa Suka Luyu, Desa Suka Jaya, Desa Suka Jadi, Desa Sirna galih, dan desa Pasir Eurih. Kamputng tertua ini bernama Kampung Sindang Barang tepatnya berada di Desa Pasir Eurih, Kabupaten Bogor.

 

Menurut sejarah kampung ini sudah ada sejak abad ke XII yang tertulis dalam pantun sunda bahwa kampung Sindang Barang adalah Kerajaan Bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Dan tercatat dalam Babat Pajajaran bahwa salah satu istri dari Prabu Siliwangi yang bernama Deewi Kentring Manik Mayang Sunda tinggal di kampung Sindang Barang.

Kampung Sindang Barang – foto Republika

Dalam kampung Sindang Barang ini banyak peninggalan dan tradisi yang terjaga. Berikut beberapa peninggalan sejarah dan tradisi yang terletak di Kampung Sindang Barang dan sekitarnya:

1. Situs Taman Sri Baginda Jalatunda

Dalam Bahasa sansekerta Jala berarti air dan tunda berarti mulut. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang dahulunya merupakan taman kerajaan yang terdapat kolam yang berukuran cukup besar, dan sumber air dari kolam ini bersumber dari Sumur Jalatunda yang dikatakan tidak akan pernah surut walaupun sedang musim panas. Di situs ini terdapat susunan batu tua dengan 8 susunan batu dan 3 menhir. Dan mata air ini memiliki keterkaitan dengan tradisi atau upacara adat seperti seren taun.

2. Punden Berundak Majusi

Peninggalan ini berupa susunan batu berlumut yang tertutup oleh semak berlukar. Namun, peninggalan ini dikatakan berada di tanah milik salah satu warga dan akan dijual. Padahal peninggalan sejarah adalah salah satu hal yang patut kita jaga dan kita rawat karena kita bisa belajar melalui peninggalan-peninggalan sejarah dan menjaga peninggalan sejarah merupakan salah satu bentuk cinta tanah air dan selalu menjaga peninggalannya sekecil apapun itu.

3. Batu Tapak

Tak jauh dari kampung Sindang Barang, terdapat aliran sungai Ciapus yang merupakan jalan pintas yang terdapat di desa Suka Resmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Batu tapak ini terletak di sisi aliran sungai. Penggambarannya tidak cukup jelas, namun jika diteliti terdapat sepasang telapak kaki manusia berkisar 30 cm.

Di seberang terdapat tempat yang konon katanya sering dijadikan sebagai tempat bertapa. Tempat ini berupa susunan dari batu yang terlihat mirip dengan gua. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa tempat ini masih angker karena beberapa masyarakat pernah mengalami hal yang tidak wajar di tempat ini.

4. Batu Karut

Batu karut merupakan batu besar yang berada tepat di samping kuburan. Terletak di Kampung Batu Karut, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari. Namun, batu ini masih berada di atas tanah milik pribadi.

5. Tradisi Seren Taun

Tradisi ini dilakukan oleh warga kampung Sindang Barang sekali dalam satu tahun, pelaksanaannya jatuh pada setiap tanggal 1 Muharam atau pada tahun baru islam. Tradisi ini adalah bentuk rasa syukur kepada tuhan atas hasil panen pada tahun tersebut dan mengharapkan panen yang lebih baik pada tahun berikutnya. Tradisi ini dimulai dengan berkumpulnya para tokoh atau kokolot berkumpul di Imah Gede untk melaksanakan ritual Neteupkeun.

Dalam ritual ini para kokolot memanjatkan doa untuk meminta kelancaran dalam pelaksanaan seren taun nanti. Pada malam selanjutnya para kokolot melakukan ritual Ngembang ke makam leluhur di puncang Hunung Halimun Salak. Setelah ritual tersebut para kokolot menebar ikah di empang sebagai ungkapan rasa syukur, biasanya anak-anak sampai orang dewasa akan mengambil ikan tersebut untuk dibawa ke rumah masing-masing. 

Di hari berikutnya ada ritual Ngala Cai, dimana para kokolot mengumpulkan 7 sumber mata air yang dipercaya masih suci yang nantinya akan dikumpulkan pada satu wadah. Pada proses ini para kokolot diiringi oleh Angklung Gubrag yang dimainkan oleh ibu-ibu. Proses berikutnya adalah sedekah kue di Kampung Budaya Sunda Sindang Barang.

Seren Taun
Seren Taun – foto antarafoto.com

Proses selanjutnya adalah Helaran Dongdang yang merupakan arak-arakan hasil panen. Arak-arakan ini dimulai dari Rumah Bali sampai Alun-alun Kampung Budaya Sunda dengan membawa hasil panen seperti buah-buahan, sayuran, padi, atau bahkan ada sepatu karena kampung Sindang Barang identik dengan home industry. Hasil panen tersebut dibawa menggunakan dongdang yang dibuat oleh masing-masing RT yang terdapat di kampung Sindang Barang dan saling adu kreatif dengan RT lain karena pada akhir acara biasanya dilakukan penilaian RT paling kreatif dalam membuat dan menghias dongdang.

Selama arak-arakan, Helaran Dongdang diiringi oleh seni tari dan angklung gubrag. Setelah semua dongdang terkumpul di Alun-alun Kampung Budaya Sunda, para kokolot melakukan ritual Majiken Pare Ambu dan Pare Ayah, yaitu padi dimasukkan ke dalam lumbung.

Sedangkan, dongdang yang sudah diarak tadi menjadi rebutan para warga. Dan menurut kepercayaannya bahwa siapa yang mendapat hasil rebutan paling banyak, bahwa dia akan mendapat kesejahteraan pada tahun berikutnya.

***

Di atas merupakan beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di Kampung Sindang Barang dan sekitarnya. Sebenarnya jika dilihat secara langsung keadaan peninggalan-peninggalan tersebut masih sangat tidak terjaga. Karena masih banyak situs yang berada di atas tanah milik warga bahkan ada beberapa warga yang bermaksud untuk menjual tanah tersebut.

Sunggu disayangkan karena situs peninggalan sangatlah berharga. Kepedulian dan kepekaan dari pemerintah untuk hal ini masih sangatlah dibutuhkan karena jika tidak banyak masyarakat yang menyepelekan peninggalan-peninggalan tersebut dan tidak dijaga dengan baik.

Sedangkan, tradisi seren taun adalah tradisi yang dilakukan sejak dahulu tapi sempat tidak dilaksanakan karena salah satu tetua di kampung Sindang Barang yang bernama Etong Sumawijaya, namun setelah beberaa tahun kemudian beberapa warga inisiatif untuk melanjutkan tradisi ini dan akhirnya masih terjaga sampai sekarang.

Bukan hanya kaya akan peninggalan, Kampung Budaya Sindang Barang memiliki tempat wisata yang sering disebut Kampung Budaya Sunda. Sudah banyak mahasiswa yang melakukan penelitian ke Kampung Budaya Sunda ini karena budaya sunda kental masih dijaga baik . dari rumah adat, lmbung padi, tradisi ibu-ibu menumbuk padi itu semua masih terjaga dengan baik.

Selain itu, tidak jauh dari Kampung Sindang Barang terdapat tempat wisata curug, yaitu curug nangka dan curug luhur. Dan terdapat pula hotel besar yang sekarang banyak dikunjungi oleh wisatawan yaitu Highland Park Resort. Dan jika melanjutkan perjalanan kita akan sampai di tempat wisata Gunung Halimun Salak, yang di dalamnya terdapat ratusan pohon pinus yang tepat untuk dijadikan objek foto, dan banyak curug yang bisa dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *