Tari Blunde Kalimantan Utara
Penampilan Tari Blunde | Foto: Dictio.id

7 Tarian Adat Kalimantan Utara, Kental dengan Budaya Dayak

Posted on

Tarian Adat Kalimantan Utara merupakan salah satu bentuk kekayaan adat dan budaya yang ada di Pulau Kalimantan serta Indonesia secara keseluruhan. Keberadaan seni tari memang lekat dengan kehidupan keseharaian masyarakat Kalimantan.

Tarian di daerah tersebut memang identik dengan budaya khas Suku Dayak yang menjadi ikonik di Kalimantan Utara. Provinsi Kalimantan Utara sendri merupakan provinsi termuda termuda yang diresmikan pada tahun 2012.

Terdapat beberapa suku yang mendiami Kalimantan Utara mulai dari Suku Dayak, Suku Tidung, Suku Bulungan, Suku Banjar, Suku Bugis, dan Suku Jawa, serta suku pendatang lainnya. Suku Dayak sendiri terdiri dari sub entis Suku Dayak Kenyah, Dayak Lun Bawang, dan Dayak Murut.

Dengan luas wilayah yang besar dan beragam suku yang mendiami wilayahnya menjadikan nilai budaya dan adat di Kalimantan Utara juga berbeda-beda dan unik serta memiliki ciri khasnya masing-masing.

Hal ini juga yang membuat beragamnya Tarian Adat Kalimantan Utara karena adanya ciri khas tiap-tiap suku yang memberikan warna dan corak tariannya masing-masing. Berikut daftar Tarian Adat Kalimantan Utara yang kental akan budaya Dayak:

1. Tari Magunatip/Lalatip

Tari Magunatip Kalimantan Utara
Penampilan Tari Magunatip | Foto: Dictio.id

Tarian Magunatip sering disebut juga dengan nama Tari Lalatip yang merupakan tarian tradisional khas Suku Dayak Tahol di daerah Tarakan dan Malinau, Kalimantan Utara. Nama Lalatip berasal dari kata “Lalati” yang berarti menjepit.

Tari Lalatip merupakan bentuk tari ketangkasan kaki untuk melompat dan menghindari berbagai rintangan. Pada zaman dahulu tarian ini sebagai bentuk latihan ketangkasan dan keterampilan pemuda pemudi Suku Dayak Tahol dalam persiapan perang antar suku.

Tarian ini dirasa sangat menghibur dan mendebarkan dalam atraksinya karena saat melakukan tarian para penari Tari Mangunatip bisa saja kaki mereka terjepit oleh batang kayu yang dimainkan secara berirama dengan kondisi mata tertutup.

Para penari akan menghindari jepitan batang kayu dengan diiringi musik tradisional Suku Dayak Tahol yaitu kendang dan gong. Dalam tarian ini para penari dan pemain akan terbagi menjadi 3 kelompok inti yaitu para penari, pemain musi, dan pemain batang kayu.

2. Tari Jugit

Tari Jugit Kalimantan Utara
Penampilan Anggun Penari Tari Jugit | Foto: Harnas.co

Tarian Jugit ialah bentuk tari tradisional Suku Bulungan yang berasal dari daerah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pada mulanya tarian ini merupakan sebuah tarian khusus yang ditampilkan di kalangan istana Kesultanan Bulungan saja.

Tari Jugit sendiri pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu Jugit Paman dan Jugit Demaring. Kedua jenis Tari Jugit ini memang berasal dari lingkungan istana dan jika dilihat secara sekilas memang terlihat agak mirip.

Akan tetapi, kedua jenis Tarian Jugit ini memiliki perbedaan yang cukup banyak dan detail dari segi warna baju, jenis kain, alat musik, syair lagu, gerakan tangan penari saat memegang kipas, jenis selendang penari, serta kepada siapa dipertunjukan dan untuk tujuan apa.

Dalam hal pementasan Tari Jugit Paman dikhususkan untuk hiburan Sultan dan ditarikan di dalam istana. Sedangkan Tari Jugit Demaring boleh dipentaskan untuk dilihat oleh rakyat dan dilakukan diluar istana kerajaan.

3. Tari Blunde/Bludik

Tari Blunde Kalimantan Utara
Penampilan Tari Blunde | Foto: Dictio.id

Tarian Blunde atau bisa disebut dengan nama Tari Bludik merupakan salah satu jenis tarian yang berasal dari budaya masayarakat Bulungan, Kalimantan Utara. Tarian ini sudah jarang ditampilkan dan ditemui saat ini.

Tari Blunde juga disebut memiliki kemiripan dengan Tari Enggang dari Suku dayak namun tidak menggunakan bulu enggang sebagai properti dan hanya menggunakan tangan saja dengan ciri khas kostum dengan ikat kepala, baju kebaya, tapih, dan kain sarung yang menutupi hingga lutut penari.

Sejarah tarian dikatakan bahwa dibuat oleh seorang Datuk bernama Datuk Perdana. Alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian ini memakai musik tradisional Suku Dayak dengan syair nyanyian berbahasa Kayan Pimping. Setelah itu musik dan syair dibuat dan dikreasi ulang oleh tokoh bernama Datuk Abdul Aziz dengan judul syair Pinang Sendawar yang menggunakan bahasa Melayu didalamnya.

4. Tari Jepen

Tari Jepen Kalimantan Utara
Penampilan para penari Tari Jepen | Foto: Indonesiakaya.com

Tarian Jepen ialah sebuah tarian yang merupakan perwujudan perkembangan budaya dan akulturasi budaya antara Budaya Suku Dayak dan Budaya Islami. Nuansa Islami dan Timur Tengah cukup terasa mengalir dalam tarian ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan ialah rebana serta pakaian dan konstum para penari didominasi dengan warna hijau dan kuning yang erat dengan budaya islami. Potongan pakaian juga berciri longgar dan panjang celana menutupi mata kaki para penari.

Penari tarian ini biasanya dua orang atau lebih dan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan serta tidak ada patokan gender dalam menarikan tarian ini. Tari Jepen ini sering dibawakan dan dipentaskan saat ada pertunjukan yang mewakili hari-hari besar dalam islam.

Baca juga: Tarian Adat Kalimantan Barat

Gerakan dalam tarian ini lebih didominasi oleh gerakan kelincahan kaki penari serta dibawakan secara gembira dan suka cita untuk menyambut para tamu. Dalam hal kostum dan pakaian tidak memiliki patokan harus menggunakan pakaian adat Kalimantan Utara dan dibuat kreatif saja menyesuaikan dengan acara.

5. Tari Bangun

Tari Bangun Kalimantan Utara
Tari Bangun | Foto: Wadaya.rey1024.com

Tarian Bangun merupakan tarian asal Kalimantan Utara yang memiliki unsur sakral dan magis di dalam latar belakang tariannya. Pada zaman dahulu tarian ini dipercaya masyarakat sebagai media penyembuhan dan pengobatan orang-orang sakit dengan bantuan tenaga dari alam.

Saat ini Tari Bangun bisa dibilang masih ada dan dilakukan namun sudah agak jarang. Makna tarian ini sudah tidak sama seperti dahulu dan hanya sebagai hiburan dan pertunjukan budaya saja tetapi suasana magis dan sakral masih terasa dalam pembawaannya.

Penari dalam tarian ini biasanya dibawakan oleh kaum wanita yang menggunakan kostum pakaian adat Suku Dayak Kalimantan Utara. Gerakan tarian ini dibawakan secara lemah lembut dengan alun yang dinamis.

Terdapat 3 buah bagian dalam Tari Bangun Kalimantan Utara ini. Bagian pertama disebut “Ngala Bedua” yang dipercaya untuk mengambil semangat dari orang yang sakit. Bagian kedua ialah “Betujul” yang dipercaya sebagai bagian memberi makan makhluk ghaib. Selanjutnya bagian terakhir ialah “Persembahan” dengan memberi sesajen dalam akhir tarian.

6. Tari Mance/Bemance

Tari Mance Kalimantan Utara
Tarian Mance | Foto: Wadaya.rey1024.com

Tarian Mance juga sering disebut dengan nama Tari Bemance yang merupakan salah satu tarian tradisional khas asal Kalimantan timur. Tarian ini identik dengan tarian silat dengan gerakan bela diri yang dibawakan secara luwes dan indah sebagai bentuk hiburan yang digemari para pemuda di daerah Bulungan.

Kostum yang dikenakan oleh penari Tari Mance ialah pakaian khas adat Kalimantan Utara dan pakaian khas adat Bulungan dengan selempang kuning dan ikat kepala. Gerakan tarian akan dilakukan didalam sebuah lingkaran dengan diiringi suara alunan musik dari gong yang dipukul.

7. Tari Busak Baku

Tari Busak Baku Kalimantan Utara
Ilustrasi Tari Busak Baku | Foto: Blogkulo.com

Tarian Busak Baku ialah sebuah tarian adat yang berasal dari Suku Dayak Lun Dayeh, Kalimantan Utara. Nama Busak Baku sendiri merupakan sebuah sebutan untuk bunga yang memiliki aroma wangi serta indah dipandang.

Terdapat nilai filosofis di dalam budaya Suku Dayak Lun Dayeh yang mengartikan Bunga Busak Baku sebagai lambang kehidupan harmonis, kuat, dan menyatu. Tarian ini juga mewakili ikatan kekeluargaan dan emosional dalam keseharian Suku Dayak Lun Dayeh.

Saat ini tarian Busak Baku masih ada dan dilestarikan akan tetapi sudah mengalami perubahan pada gerak tari dan musik yang mengiringi tarian ini.

Baca juga: Tarian Adat Kalimantan Timur

ng kental dengan budaya Dayak. Tarian-tarian tersebut masing-masing memiliki ciri unik dan khas dengan corak warna budaya Dayak dan budaya lainnya yang mengalami perpaduan akulturasi.

Zafrul
Perkenalkan saya Zafrul sebagai penulis atau kontributor dalam Takterlihat.com Semoga senang dan mendapat manfaat dari membaca tulisan saya. More about me : linkedin.com/in/zafroel/

Leave a Reply