Foto by antarinformasi.blogspot.com

Saatnya Kita Tau Sejarah dari Ibukota Indonesia, Jakarta!

Posted on

Jakarta, adalah kota yang sangat berkembang pesat sejak dijadikan sebagai ibukota dari Indonesia. Di tahun 2019 ini, ada desas desus bahwa ibukota Indonesia akan dipindah ke Kalimantan Timur. Baik benar atau tidaknya berita tersebut, tidak ada salahnya kita melirik sejarah dari Jakarta, yang sudah lama menjadi ibukota dari Indonesia.

 

Sunda Kelapa (397 – 1527 Masehi)

Ya, nama pertama dari Jakarta adalah Sunda Kelapa, yang dulunya dikenal sebagai pelabuhan Kerjaan Sunda, berlokasi di muara Sungai CIliwung. Menurut sumber Portugis, Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terpenting karena dapat ditempuh perjalanan dalam dua hari dari ibu kota Kerajaan Sunda (sekarang Bogor). Kerajaan Sunda merupakan lanjutan dari Kerajaan Tarumanegara yang ada sejak abad ke-5, oleh karena itu pelabuhan ini diduga telah ada sejak abad ke-5 sebagai ibukota dari Tarumanegara.

 

Jayakarta (1527 – 1619 Masehi)

Penetapan hari jadi kota Jakarta yaitu tanggal 22 Juni 1956 oleh Sudiro selaku wali kota Jakarta pada saat itu, keputusan tersebut diambil berdasarkan pendudukan Pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527.

Pada tahun tersebut, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang berarti kota kemenangan, selanjutnya pemerintahan di Jayakarta diteruskan oleh Maulana Hasanuddin yang merupakan putra dari Sunan Gunung Jati.

 

Batavia (1619 – 1942 Masehi)

Jayakarta yang pada abad ke-17 dipimpin oleh Pangeran Jayakarta dari Kesultanan banten. Datanglah rombongan VOC yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen yang menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten.

Para rombongan VOC yang berhasil menduduki Jayakarta ini lalu mengubah nama kota ini menjadi Batavia. Selama kependudukan Belanda di Batavia, banyak dilakukan pembangunan sehingga kota ini berkembang dengan pesat.

Banyak budak yang diimpor dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok dan pesisir Malabar dan India yang menimbulkan spekulasi bahwa inilah cikal bakal lahirnya suku Betawi. Saat itu Batavia hanya seluas Kota Tua di Jakarta Utara.

Sebelum ada impor budak, di Batavia sudah ada masyarakat Sunda yang tinggal di Batavia seperti di Jatinegara Kaum. Lalu para pendatang membentuk wilayah komunitasnya sendiri seperti Pecinan, Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan Manggarai.

 

Djakarta (1942 – 1945 Masehi)

Kependudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942 menyebabkan penggantian nama kota Jakarta dari Batavia menjadi Djakarta dengan tujuan untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia ke II.

Baca juga : Sejarah Gunung Krakatau

 

Jakarta (1945 – Sekarang)

Foto by goodnewsfromindonesia.id

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia sampai 1959 Djakarta merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat. Namun status tersebut diubah sebuah kotapraja di bawah walikota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu yang dipimpin oleh seorang gubernur.

Soemarno adalah orang pertama yang ditunjuk sebagai gubernur Jakarta, beliau aalah seorang dokter tentara. Pengangkatan beliau dilakukan langsung oleh presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno pada tahun 1961.

Setelah dinyatakan sebagai ibukota, banyak sekali perubahan dari kota ini. Mulai dari jumlah penduduk yang melonjak hingga dua kali lipat, berbagai kantung pemukiman kelas menengah mulai berkembang, dan banyak kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan.

Dan banyak daerah-daerah baru yang berkembang di Jakarta seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Pulo Mas, Tebet, dan Pejompongan. Selain itu banyak juga pemukiman yang didirikan secara mandiri oleh institusi milik negara.

Selama kepemimpinan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan seperti Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional.

 

Sumber:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

 

Leave a Reply