sumber-international.kompas.com

Miris, Gajah Ini Dipaksa Bekerja Sampai Kurus Kering

Posted on

Gajah adalah mamalia besar yang memiliki tinggi hingga 4 meter dan massa mencapai 7.000 kg. Gajah merupakan hewan yang kuat dan memiliki belalai dan juga gading. Belalainya ia gunakan utnuk bernafas, menghisap air, dan mengambil benda. Sedangkan gadingnya digunakan untuk menggali sesuatu.

Dengan postur tubuh yang besar serta kekuatan yang besar pula, maka banyak orang yang ingin menangkapnya secara liar dan memanfaatkannya untuk kepentingan pibadi.

Bahkan baru-baru ini terdengar kabar ada gajah di Srilanka yang dipaksa bekerja sampai kurus. Simak pembahasannya dibawah ini

sumber-brilio

Diketahui gajah bernama Tikiri ini dipaksa bekerja hingga badannya kurus dan menderita. Umurnya sudah tua yaitu 70 tahun namun pemiliknya tega memaksa untuk bekerja. Gajah ini seumur hidupnya dipkasa ikut berparade dalam festival kostum.

Tikiri berjenis kelamin perempuan yang dijadwalkan tampil bersama 60 gajah lainnya dalam Festival Perahera di Sri Lanka tahun ini. Ia didandani sama seperti hewan-hewan lainnya dan juga termasuk penari, pemain sulap, pemadam kebakaran, dan musisi.

Organisasi Save Elephant Foundation mengatakan bahwa Tikiri bergabung dalam parade setiap sore hingga malam 10 hari beruntun di tengah bisingnya suara kembang api dan keriuhan penonton.

“Dia akan berjalan selama beberapa kilometer sehingga setiap orang yang berbaris di jalan bakal mendapat berkat selama upacara,” ujar Save Elephant.

Selama parade itu berlangsung, tidak ada yang tahu betapa sakitnya sang gajah hingga matanya menitikkan air mata, sedangkan kaki nya dibelenggu dan sulit untuk berjalan. Mata nya sakit dan perih akibat cahaya terang yang menghiasi topengnya.

“Tidak ada yang melihat air matanya, dia terluka oleh cahaya terang yang menghiasi topengnya, dan kesulitan melangkah ketika kakinya dibelenggu,” ujar Save Elephant.

sumber-instagram/@sobat_reminder

Badannya tidak terlihat kurus akibat jubah besar yang menutupinya. Tidak ada yang tahu, bahwa yang tersisa hanyalah tulang dari sang gajah karena kurus.

“Dia akan berjalan selama beberapa kilometer sehingga setiap orang yang berbaris di jalan bakal mendapat berkat selama upacara,” ujar Save Elephant.

Baca juga: Gadis yang dibully dan Dijuluki Gadis Sampah Hingga Memenangkan Penghargaan Internasional

Sungguh miris, memperlakukan gajah yang sudah tua dipaksa untuk bekerja. Bagaimana mungkin acara ini disebut suci sedangkan ada suatu makhluk yang tersakiti didalamnya?. Makhluk tersebut dibuat menderita sesakit-sakitnya selama hidupnya.

Sungguh kejam orang-orang yang sudah melakukan perbuatan sekeji itu pada binatang yang seharusnya dilindungi karena hampir punah. Gajah merupakan salah satu aset Indonesia yang juga harus kita lindungi.

Tetesan air mata tak berhenti dari air mata sang gajah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia tak berdaya,  akibat oknum-oknum yang tidak tahu diri itu.

Diketahui bahwa Organisasi Save Elephant mengatakan Tikiri bekerja untuk Kuil Tooth di kota Kandy. Yayasan ini mendesak masyarakat yang melihat hal seperti ini agar menulis surat kepada Perdana Menteri Sri Lanka untuk mengakhiri kekejaman mendarah daging ini.

Apakah kamu pernah melihat hal serupa? Atau kamu pernah melihat seseorang menyiksa hewan yang seharusnya dilindungi dan di jaga terlebih lagi hewan itu akan punah?

Untuk itu, saya berpesan atas nama Bangsa Indonesia agar kita sama-sama menjaga hewan yang sepatutnya kita lestarikan. Jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi hingga tega berbuat sekeji itu.

Baca juga: Fakta Menarik Emak-Emak di Indonesia

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gajah Kurus di Sri Lanka Ini Dipaksa Berparade di Festival Kostum”, https://internasional.kompas.com/read/2019/08/15/12073621/gajah-kurus-di-sri-lanka-ini-dipaksa-berparade-di-festival-kostum.
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

 

Avatar
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *