8 Legenda dari Sumatra Barat

Posted on

Legenda dari Sumatra Barat selama ini yang paling banyak diketahui oleh kebanyakan orang adalah legenda Malin Kundang. Sebenarnya, jika kamu mengulik lebih dalam, Sumatra Barat masih punya segudang koleksi legenda dengan cerita menarik. Misalnya saja 8 legenda berikut yang tidak boleh kamu lewatkan ceritanya.

Sabai Nan Aluih

Sabai Nan Aluih
Sumber: youtube.com

Sabai Nan Aluih merupakan seorang gadis yang berperangai lembut dan sopan. Selain itu, dia juga memiliki paras yang rupawan sehingga banyak yang menyukainya. Kabar kecantikan Sabai telah sampai ke telinga Rajo Nan Panjang, seorang laki-laki yang berumur sama dengan ayah Sabai. Rajo Nan Panjang ini mencoba melamar Sabai dengan bantuan pengawalnya, namun segera ditolak oleh ayah Sabai.

Atas penolakan ini, Rajo Nan Panjang mengajak ayah Sabai untuk bertemu dengannya di suatu daerah yang sedikit jauh dari rumahnya. Ternyata di pertemuan itu, Rajo Nan Panjang mengajak ayahnya berkelahi. Sabai tidak tahu menahu tentang hal ini, namun ada seseorang yang memberitahunya kalau ayahnya sedang bertengkar. Tak ingin berlama-lama, Sabai langsung menuju ke tempat tersebut dan betapa kagetnya ternyata ayahnya sudah meninggal karena tertembak.

Sabai pun langsung mengambil pistol yang tergeletak tak jauh darinya, dia arahkan pistol itu ke arah Rajo Nan Panjang. Rajo sempat mengejek Sabai yang tak akan bisa menggunakan pistol, nyatanya, justru Rajo jatuh tergeletak oleh tembakan dari Sabai. Begitulah kisah Sabai, wanita lemah lembut yang berani memberontak atas ketidakadilan.

Asal Mula Minangkabau

Asal Mula Minangkabau
Sumber: minangnantigo.com

Pada suatu masa di Sumatra Barat, ada kerajaan dengan nama Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini rencananya akan diserang oleh Kerajaan Majapahit. Mereka memikirkan rencana matang agar bisa mengalahkan para perwakilan dari Majapahit, namun demi menghindari jatuhnya korban jiwa, mereka akan mengusulkan untuk tanding kerbau dibanding perang dengan senjata.

Baca juga: Legenda Sumatra Selatan

Pada hari di mana perwakilan dari Majapahit tiba, pihak dari Pagaruyung memberikan penawaran tersebut yang disambut dengan tangan terbuka oleh pihak Majapahit. Tanding kerbau pun dimulai dengan disaksikan oleh seluruh rakyat. Para rakyat yang mendukung bersorai, “Manang kabau, manang kabau,” yang berarti menanglah kerbau. Atas dukungan para rakyat ini, kerbau milik Pagaruyung pun menang. Dari kejadian ini, jadilah nama Minangkabau terkenal di seluruh negeri.

Danau Kembar

Danau Kembar
Sumber: lifestyle.okezone.com

Danau Kembar di Sumatra Barat menjadi salah tempat wisata yang menyuguhkan keindahan dengan amat sangat. Legenda ini menceritakan tentang Niniak Gadang Bahan, seorang nenek tua berbadan besar yang melawan seekor ular naga. Pertikaian Niniak ini terjadi saat dia baru pulang dari mencari papan. Dalam pertikaian itu, Niniak yang ahli silat mengeluarkan kekuatan penuhnya sehingga membuat naga jatuh terkulai dan sekarat.

Selepas beberapa hari kemenangannya dari naga, Niniak datang ke tempat tersebut dan melihat naga yang masih belum meninggal dan justru membentuk seperti angka delapan. Namun, semakin lama naga itu pun terkubur oleh tanah. Sedangkan dua lingkaran yang dibentuk oleh tubuh naga itu berubah menjadi cekungan yang tergenang air. Jadilah, tempat tersebut disebut dengan Danau Kembar.

Danau Singkarak

Danau Singkarak
Sumber: airmagz.com

Legenda ini merupakan kisah dari keluarga pak Buyung yang mempunyai anak dengan nama Indra. Indra ini sangat suka sekali makan dan porsi makannya sangat banyak. Pada masa kekeringan, keluarga pak Buyung sangat bingung untuk mencari makan. Ibu Indra pun menyarankan agar Indra mencari ikan di laut. Dengan berat hati Indra menuruti kemauan ibunya.

Sementara itu, ibunya menyusul pergi ke tanjung dan ternyata pulang dengan membawa kerang. Kerang itu pun diolah dan hanya dimakan berdua dengan pak Buyung. Saat Indra pulang dengan tangan kosong, dia syok melihat ayah ibunya tidur pulas di dapur setelah makan. Indra begitu kecewa dengan orang tuanya.

Dia meninggalkan rumah dan duduk-duduk di sebuah batu besar dan melihat Taduang, ayam peliharaan Indra, tiba-tiba terbang. Lalu, Indra ikut dibawanya pergi. Batu yang diduduki Indra juga ikut terbawa dan terjatuh di sebuah bukit yang menjadikan bukit itu berlubang panjang, aliran laut pun memenuhi lubang itu dan lama kelamaan membentuk danau yang dinamai Danau Singkarak.

Rambun Pamenan

Rambun Pamenan
Sumber: id.wikipedia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *