8 Legenda dari Jogja

Posted on

Dengan segala keindahan serta pesona yang ditawarkan oleh Jogja, tidak heran tiap orang yang berkunjung ke sana pasti tidak puas hanya dengan sekali berkunjung. Disamping banyaknya wisatanya yang indah, Jogja juga menyimpan legenda-legenda daerah yang bernuansa cinta. Inilah salah satu hal yang membuat Jogja kerap dikaitkan dengan kota yang romantis. Lebih lanjut lagi, mari simak 8 legenda dari Jogja berikut yang begitu yang terkenal di kalangan masyarakat Jogja.

Pohon Beringin Kembar di Alun-Alun Kidul

Pohon Beringin Kembar Alun-Alun Kidul
Sumber: correcto.id

Bagi kamu yang berkali-kali datang ke Jogja, pasti akan sangat familiar dengan pohon beringin kembar yang ada di alun-alun kidul ini. Pohon beringin ini sering dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan mitos dan legenda dibalik pohon tersebut. Legenda ini menurut masyarakat setempat, diawali dengan cerita putri Sri Sultan Hamengku Buwono yang dilamar oleh seorang laki-laki.

Putri Sultan sebenarnya tidak menyukai pemuda tersebut, sehingga putri memberikan syarat kepada si laki-laki untuk melewati jalan di antara dua pohon beringin kembar. Saat berjalan pun, laki-laki itu harus menutup mata dimulai dari pendopo sebelah utara alun-alun kidul sampai ke pendopo sebelah selatan alun-alun kidul.

Sayangnya, laki-laki itu gagal melewati pohon beringin tersebut. Tidak mudahnya melewati dua pohon beringin kembar, membuat Sultan Hamengku Buwono berujar bagi siapa saja yang bisa melewati dua pohon itu, maka dia termasuk seseorang yang berhati sangat baik dan tulus. Dari kejadian ini, cikal bakal permainan Masangin atau masuk di antara dua beringin mulai menjadi legenda daerah masyarakat Jogja. Bahkan, tiap pengunjung yang datang ke Jogja terutama alun-alun kidul akan menyempatkan untuk melakukan permainan ini.

Taman Sari

Taman Sari
Sumber: blog.tripcetera.com

Bagi kamu yang masih awam dengan Taman Sari, tempat yang saat ini menjadi salah satu wisata di Jogja dan dulunya merupakan bekas taman istana Keraton Ngayogyakarta. Taman tersebut menjadi taman yang melegenda dikarenakan menjadi kompleks kegiatan para anggota kerajaan.Terdapat menara yang berdiri di bagian tengah antara kolam besar dan kecil yang menjadi salah satu ikon di Taman Sari.

Konon, para keluarga kerajaan seringkali menghabiskan waktunya di sini baik untuk istirahat, mandi di danaunya, beribadah, atau pun rekreasi. Selain itu, Taman Sari juga digunakan sebagai tempat pertahanan dan perlindungan. Dengan banyaknya fungsi dari Taman Sari pada masa dulu, membuktikan jika tempat ini adalah tempat yang melegenda dan menyimpan nilai sejarah.

Pantai Parangtritis

Legenda Pantai Parangtritis
Sumber: sepatukumal.com

Legenda dibalik Pantai Parangtritis barangkali sudah banyak dikenal oleh banyak orang. Ada mitos yang dipercaya oleh masyarakat jikalau berkunjung ke pantai ini dengan memakai warna hijau akan diambil menjadi abdi Nyi Roro Kidul. Mitos ini tidak terlepas dari adanya legenda Nyi Roro Kidul yang merupakan pembantu setia dari Kanjeng Ratu Kidul.

Menurut legenda jawa, Nyi Roro Kidul begitu suka memakai pakaian warna hijau. Sehingga, muncullah pantangan memakai warna hijau saat ke Pantai Parangtritis dan Pantai Selatan lainnya. Disamping legenda tersebut, ada juga yang meyakini jika Parangtritis menjadi gerbang menuju ke dunia yang lain. Hal ini dikaitkan dengan kejadian mistis yang sering terjadi di pantai tersebut.

Candi Prambanan

Candi Prambanan
Sumber: propertyinside.id

Salah satu candi yang banyak menarik wisatawan untuk datang ke Jogja tidak lain adalah Candi Prambanan. Dibangunnya candi ini didasarkan pada kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Mulanya Bandung Bondowoso berniat untuk merebut kerajaan Pengging milik ayah dari Roro Jonggrang. Selepas berhasil merebut dan mengalahkan ayah Roro Jonggrang, tidak disangka malah Bandung Bondowoso jatuh cinta dengan Roro Jonggrang.

Ia pun memutuskan untuk tetap membiarkan Roro hidup dengan menjadikannya permaisurinya. Namun, Roro enggan menerima tawaran itu, sehingga memberikan syarat yang begitu berat yaitu Bandung harus membuatkan 1000 candi dalam satu malam. Dengan liciknya, Bandung Bondowoso meminta bantuan jin untuk bisa mewujudkan 1000 candi itu.

Baca juga: Legenda Jawa Barat

Di sisi lain, Roro juga mencari akal untuk menggagalkan usaha Bandung. Ia menyuruh para pelayannya untuk menumbuk padi serta menyalahkan api, dengan begitu langit akan berubah menjadi jingga seolah-olah waktu sudah pagi. Jin yang melihat hal itupun mengira kalau waktu itu benar-benar pagi dan pergi. Sangat disayangkan, Bandung Bondowoso hanya mampu menyelesaikan 999 candi. Murka dengan apa yang dilakukan oleh Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi dan menggenapkan jumlah candi itu menjadi 1000.

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko
Sumber: saintd.co

Ditemukannya Candi Ratu Boko ternyata masih dikaitkan dengan legenda dari Candi Prambanan. Banyak yang meyakini jika Candi ini merupakan reruntuhan istana kerajaan milik ayah Roro Jonggrang yang tidak lain adalah Raja Ratu Boko. Dikisahkan pada legenda Prambanan kalau Ratu Boko telah kalah oleh Bandung Bondowoso. Kerajaannya pun telah diambil alih oleh Bandung Bondowoso.

Hal ini juga didukung karena lokasi dari candi ini tidak jauh dari Candi Prambanan. Lebih tepatnya, lokasi dari Candi Ratu Boko hanya berjarak 3 km dari Prambanan dan berjarak 19 km dari pusat Jogja. Meskipun bentuk dari Candi Ratu Boko yang tak lagi utuh karena hanya berupa reruntuhan kerajaan, tetapi candi ini memiliki peran yang sangat penting dalam penyebaran agama Hindu di Jawa.

Candi Plaosan

Candi Plaosan
Sumber: pegipegi.com

Bukan hanya Candi Prambanan yang dibuat oleh Bandung Bondowoso sebagai bukti cinta, Candi Plaosan ini juga menjadi candi yang dipersembahkan oleh Raja Pakai Pikatan untuk kekasihnya Putri Pramudia Wardhani. Bangunan candi yang ada dua yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul menyimbolkan perbedaan antara Pakai Pikatan dan Putri Pramudia yang berbeda agama.

Pembangunan candi ini juga dibuat sangat megah sehingga menyimbolkan keagungan cinta dari kedua kekasih tersebut. Bahkan, perbedaan agama yang mereka punya yang diwujudkan dalam ukiran-ukiran bangunan candi juga sering disimbolkan oleh orang-orang sebagai kerukunan beragama.

Candi Barong

Candi Barong
Sumber: antarejatour.com

Dibangunnya Candi Barong juga dilatarbelakangi oleh masyarakat zaman dahulu yang berharap mendapatkan anugerah dari Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Dewa dan dewi tersebut diyakini oleh masyarakat Hindu sebagai dewa dan dewi kesuburan. Masyarakat pada waktu itu umumnya merupakan petani, sehingga sangat mungkin mereka mengharapkan kesuburan sawah dan ladang mereka.

Candi tersebut dijuluki Candi Barong karena terdapat hiasan kala atau raksasa yang berbentuk kalong di setiap sisi bangunan candi. Namun, raksasa berupa barong itu dibuat tidak menyeramkan dan justru nampak seperti tersenyum. Kesederhanaan bangunan candi ini juga mencerminkan kehidupan petani pada saat itu.

Candi Kalasan

Candi Kalasan
Sumber: alodiatour.com

Selain Candi Barong yang dibangun untuk pemujaan dewa dan dewi, Candi Kalasan ini juga dibangun oleh Rakai Panangkaran untuk pemujaan Dewi Tara. Selain untuk pemujaan Dewi Tara, candi ini dulunya merupakan permintaan dari pendeta Budha yang ingin dibuatkan sebuah biara khusus.

Sampai saat ini, candi ini telah dinobatkan sebagai candi Budha tertua yang ada di Jogja. Jadi, jika selama ini Candi Borobudur lebih dikenal oleh banyak orang sebagai candi Budha, candi ini justru menjadi candi yang melegenda. Disamping itu, candi ini dikatakan sebagai bentuk perwujudan kerukunan beragama antara agama Hindu dan Budha.

Baca juga: Legenda Sumatra Selatan

Itulah 8 legenda dari Jogja yang sampai saat ini pun masih dikenal oleh masyarakatnya. Legenda-legenda pada beberapa tempat tersebut juga menjadikan Jogja bukan hanya terkenal oleh keindahan kotanya. Namun, juga kaya akan nilai-nilai kebudayaan.


Sumber:

http://goodnewsfromindonesia.id/2019/12/05/legenda-taman-sari/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *