8 Legenda dari Jawa Barat

Posted on

Legenda dari Jawa Barat barangkali sudah sangat dikenal oleh masyarakat kebanyakan. Misalnya saja legenda Sangkuriang, Lutung Kasarung, dan Situ Bagendit. Nah, jika selama ini hanya legenda-legenda itu saja yang kamu tahu dari Jawa Barat, berikut ini ada 8 legenda dari Jawa Barat dengan cerita yang sangat menghibur bahkan mengandung pesan-pesan moral.

Ki Rangga Gading

Ki Rangga Gading
Sumber: cerita-kancil.blogspot.com

Ki Rangga Gading terkenal sebagai seorang sakti di daerah Sukapura yang sekarang dikenal dengan Tasikmalaya. Hanya saja, kesaktian yang dimiliki oleh Ki Rangga Gading ini digunakan untuk hal-hal yang buruk seperti mencuri. Kelihaiannya dalam mencuri didukung oleh kemampuannya mengubah diri menjadi air, batu, pohon, dan binatang.

Tindakan pencuriannya ini juga sering dia lakukan saat siang hari karena ingin kesaktiannya bisa dilihat oleh banyak orang. Salah satunya adalah mencuri kerbau dan membawanya ke pasar. Dia pun dengan mahirnya mengelabui para warga dan petugas keamanan. Selepas pencurian itu, dia melanjutkan perjalanannya pulang. Namun, saat merasa kelelahan, dia mampir mandi di sebuah sungai.

Saat sedang asyiknya mandi, tiba-tiba muncul seorang ulama sepuh berjubah putih. Mendengar sapaan sang ulama, tubuh Ki Rangga Gading menjadi lemas dan lumpuh. Dia merasa kekuatannya tak dapat menolongnya sedikit pun. Dari kejadian ini, dia langsung berujar pada ulama tersebut kalau dia ingin bertobat dan ikut ke pesantrennya yang bernama Pesantren Guntal-Gantel.

Lutung Kasarung

Lutung Kasarung
Sumber: penuliscilik.com

Legenda Lutung Kasarung menjadi salah satu legenda Jawa Barat yang sudah banyak dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Mulanya, Lutung merupakan pemuda tampan yang mendapatkan kutukan sehingga membuatnya harus tinggal di hutan. Tiba-tiba, suatu hari ada satu gadis yang wajahnya nampak buruk rupa bernama Purbasari.

Mereka menjadi dekat dan akrab serta mengetahui kalau Purbasari ternyata juga dikutuk. Lutung tentu merasakan kasihan dengan apa yang terjadi pada Purbasari. Ini membuatnya melakukan semedi untuk memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan kutukan Purbasari. Permohonan Lutung dikabulkan Tuhan, muncul sumber mata air yang ada di Goa, di mana air itu bisa digunakan untuk mandi Purbasari. Saat Purbasari mandi di air tersebut, kutukannya langsung hilang dan dia pun kembali seperti semula.

Purbasari dan Purbararang

Purbasari dan Purbararang
Sumber: bayu-alim.blogspot.com

Legenda Purbasari dan Purbararang memang masih berhubungan dengan cerita Lutung Kasarung. Cerita ini diawali di Negeri Pasundan. Seorang raja bernama Prabu Tapak Agung memiliki dua anak yaitu Purbararang dan Purbasari. Purbararang sangat iri dengan adiknya yang diangkat oleh ayahnya menggantikannya di posisi raja.

Oleh karena itu, dia mengirim kutukan agar Purbasari menjadi buruk rupa. Wajah Purbasari pun berubah menjadi jelek, dengan sedihnya dia memutuskan untuk mengasingkan diri di hutan. Di sana, dia tinggal di sebuah gubuk dan berteman dengan binatang-binatang, salah satunya si kera Lutung Kasarung.

Sebagai seorang kera, Lutung memang berbeda dengan kera lainnya dan itu juga dirasakan oleh Purbasari. Suatu hari, Lutung menunjukkan pada Purbasari kalau ada sumber mata air yang bisa menghilangkan kutukannya. Dia lalu menuruti petunjuk Lutung, dan mandi di situ. Akhirnya, wajahnya berubah seperti semula.

Setelah kutukannya menghilang, kebetulan Purbararang datang ke hutan dengan tunangannya dan beberapa pengawal kerajaan. Dia begitu kaget saat tahu Purbasari sudah berubah cantik lagi. Namun, Purbararang masih merasa benci dengan adiknya itu. Dia meremehkan Purbasari yang tidak punya calon suami.

Purbasari reflek menarik Lutung Kasarung dan mengakuinya sebagai calon suami. Lutung tentu kaget dan merasa tidak percaya diri dengan wujudnya. Dia memohon pada Tuhan supaya kutukannya pun diangkat. Siapa sangka, Lutung si kera itu juga berubah menjadi laki-laki yang sangat tampan. Purbararang menyesali semua kesalahannya, dan akhirnya dia mengajak adiknya kembali ke istana untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Asal Usul Nama Kota Bandung

Asal Ususl Nama Bandung
Sumber: dfunstation.com

Setiap nama suatu daerah biasanya memiliki asal-usul tersendiri dibalik pemberian nama itu, begitu juga dengan kota Bandung. Pada zaman dulu, ada seorang pendekar bernama Empu Wisesa yang mempunyai anak bernama Sekar. Empu Wisesa juga mempunyai dua murid yaitu Jaka dan Wira.

Saat Sekar tumbuh dewasa, kedua murid ini sama-sama jatuh cinta dengan Sekar. Namun, Jaka lebih dulu melamar. Hanya saja, Sekar lebih memilih Wira. Empu Wisesa pun takut jika pilihan itu tidak adil, karenanya dia membuat sayembara untuk dua muridnya, barangsiapa yang bisa memadamkan api atau lahar di tangkuban perahu, maka dia yang boleh menikahi Sekar.

Jaka yang sifatnya cenderung meremehkan dengan percaya diri menjawab jika dia bisa melakukan itu dengan mudah. Sementara itu, Wira yang memiliki sifat lebih hati-hati, masih memikirkan caranya. Selang setahun berlalu, Wira mulai menemukan cara yaitu membendung Sungai Citarum dengan merobohkan bukit, sehingga sedikit demi sedikit aliran air akan memadamkan api di tangkuban perahu. Untungnya, cara tersebut berhasil dan tempat tersebut disebut sebagai Danau Bandung.

Dengan begitu, Wira yang dipilih oleh Empu Wisesa untuk menjadi menantunya. Namun, beberapa tahun sesudahnya, danau itu mengering. Wira dan Sekar pun memutuskan untuk meninggali tempat itu, sekaligus dengan beberapa warga di sekitar mereka. Lalu, tempat itu pun berubah menjadi bendung atau kini disebut sebagai Bandung.

Situ Bagendit

Situ Bagendit
Sumber: tour.koropak.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *