Garuda Wisnu Kencana
Sumber: mytrip123.com

8 Legenda Dari Bali

Posted on

Bali merupakan provinsi di Indonesia yang menjadi destinasi wisata bagi kebanyakan orang baik dari dalam negeri dan luar negeri. Daya tarik Bali ini didukung oleh menariknya budaya Bali juga cerita dan kisah dibalik tempat-tempat wisata tersebut. Nah, oleh karena itu, berikut akan ada 8 legenda dari Bali yang menunjukkan sisi budayanya yang khas.

Legenda Desa Trunyan

Desa Trunyan
Sumber: ksmtour.com

Pada zaman dahulu, terdapat raja yang memiliki 2 putra dan 2 putri. Suatu hari muncul sebuah aroma yang begitu harum sampai ke istana mereka. Lantas, para putar-putri raja yang penasaran itu meminta izin kepada orang tuanya untuk mencari tahu asal aroma harum tersebut.

Perjalanan mereka pun penuh rintangan, bahkan di setiap perjalanan, mereka melepaskan diri satu sama lain. Si sulung yang melihat keputusan adik-adiknya yang tidak ingin melanjutkan perjalanan lagi, membuatnya rela melanjutkan perjalanan seorang diri hingga tiba di Desa Trunyan.

Ketika beristirahat di bawah pohon paru menyan, dia menyadari bahwa bau harum berasal dari pohon ini. Pada saat itu juga dia melihat putri yang cantik. Kakak tertua pun terpesona dan memilih menetap di sana. Tak lama pun dia menikah dengan putri tersebut dan hidup bahagia bersama anak–anaknya dan menjadi kepala desa di Desa Trunyan, Bali.

Danau Batur

Danau Batur
Sumber: tabloidwisata.com

Di sebuah desa di bali, terdapat pasangan kaya raya, namun belum dikarunai seorang anak. Pasangan tersebut setiap hari sembahyang di pura agar segera dikaruniai anak. Akhirnya, doa mereka terkabul, sang istri pun mengandung dan melahirkan anak yang luar biasa.

Bayi tersebut mampu makan dalam jumlah yang banyak melebihi takaran orang dewasa. Anak itu pun diberi julukan Kebo Iwa. Kebo Iwa ternyata juga dikaruniai kesaktian untuk membuat sumur dengan menusukkan telunjuknya ke tanah.

Para warga yang ingin membuat kolam untuk persediaan saat kekeringan, meminta bantuan Kebo Iwa. Dengan kesaktiannya, Kebo Iwa mampu membuat kolam tersebut. Saat dia sedang mengantuk, Kebo Iwa justru menggunakan kolam itu untuk tidur.

Selama dia tidur, air terus memancar hingga meluber ke arah desa. Kebo Iwa yang terbangun menyaksikan al itu sudah terlanjur dan dia tak bisa melakukan apa-apa. Seluruh kampung itu pun menjadi sebuah danau bernama Danau Batur.

Kisah Kebo Iwa dan Patih Gajah Mada

Kebo Iwa
Sumber: boombastis.com

Kisah ini memang masih ada hubungannya dengan Kebo Iwa si pemuda yang makan banyak. Dalam suatu legenda lain tentang Kebo Iwa, dikisahkan jika ada pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada menyerang perkampungan Kebo Iwa.

Mengetahui tentang kesaktian Kebo Iwa, justru hal tersebut dimanfaatkan oleh musuhnya. Kebo Iwa disuruh untuk membuat sumur, lantas dengan sengaja pasukan dari Majapahit menimbuni Kebo Iwa dengan kapur. Kebo Iwa pun meninggal dalam sumur buatannya sendiri.

Legenda Asal Mula Selat Bali

Selat Bali
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Di Kerajaan Daha, Kediri, terdapat pendeta kaya yang bernama Empu Sidi Mantra. Dia memiliki anak yang suka berjudi bernama Manik Angkeran. Akibat kebiasaan buruknya, Manik terlilit banyak hutang. Hal tersebut membuat Empu Sidi datang ke Gunung Agung untuk meminta bantuan pada Naga Besukih.

Si Naga mau membantu asalkan Manik tidak berjudi lagi. Namun, Manik tetap terus-terusan berjudi. Diam-diam dia juga datang ke Naga Besukih untuk membayar hutangnya yang lain. Naga baik hati itu hendak membantu Manik, tapi Manik malah memotong ekor naga itu hingga membuat naga murka dan membinasakannya.

Empu Sidi Mantra baru tahu kabar jika anaknya telah dihabisi oleh Naga memohon agar Manik dihidupkan kembali. Nantinya, dia akan dibiarkan tinggal di Gunung Agung. Naga lagi-lagi mengabulkan permintaan Empu.

Selepas itu, Empu kembali pulang dan menggoreskan tongkat saktinya untuk memberi batasan antara rumahnya dan tempat tinggal manik. Dari kejadian inilah, goresan tongkat Empu itu membentuk selat Bali, selat yang memisahkan Jawa dan Bali.

Legenda Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana
Sumber: mytrip123.com

Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu patung yang ada di Bali, dan menarik banyak pengunjung. Kisahnya bermula saat Garuda ingin membebaskan ibunya dari jeratan perbudakan Kadru, istri bapaknya yang lain. Dalam membebaskan ibunya itu, anak-anak Kadru, yaitu para Naga memberikan syarat agar Garuda bisa membawakan Tirtha Amertha.

Garuda tidak tahu sebenarnya di mana letak Tirtha Amertha tersebut. Namun, untungnya saat pencariannya, dia bertemu dengan Dewa Wisnu yang membawa Tirtha Amertha. Dewa Wisnu pun bersedia untuk memberika Tirtha atas permintaan Garuda, tetapi Garuda harus mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu.

Hal inilah yang membuat Garuda dijuluki sebagai Garuda Wisnu Kencana. Sementara itu, Tirtha Amertha berhasil didapatkan oleh Garuda. Ibunya pun bisa dia selamatkan berkat Tirtha tersebut.

Legenda Men Brayut

Men Brayut
Sumber: idntimes.com

Pan Brayut dan Men Brayut adalah pasangan suami istri yang tinggal di Bali. Kisah mereka menjadi terkenal karena kemampuan mereka dalam membesarkan ke 18 anaknya. Meskipun dianggap berhasil mendidik ke 18 anaknya sampai mereka menikah, namun ada suatu masa di saat mereka mengalami pertengkaran.

Baca juga: Legenda Jakarta

Hal itu terjadi saat Hari Raya Galungan, Men Brayut yang begitu kelelahan mengasuh ke 18 anaknya, masih saja tertidur. Padahal Pan Brayut sdah menyiapkan makanan untuk keperluan sesaji. Saat Men Brayut bangun, justru dia menghabiskan makanan tersebut.

Tak urung Pan Brayut langsung marah-marah karena kejadian ini. Namun, terlepas dari hal tersebut, Men Brayut tetaplah dijadikan sebagai salah satu legenda bagi perempuan yang begitu kuat dalam mengasuh ke 18 anaknya.

Legenda Tuwung Kuning

Legenda Tuwung Kuning
Sumber: gambaranimasi.co

Pan Tuwung Kuning, istri dari Men Tuwung Kuning sangat suka adu jago pernah berujar jika anak yang dilahirkan istrinya perempuan, maka anak itu akan dijadikan santapan bagi ayam jagonya. Kebetulan, tak lama setelah ucapannya itu, Men Tuwung Kuning hamil.

Tiba saat hari kelahiran anaknya, ternyata Men Tuwung Kuning melahirkan bayi perempuan. Cepat-cepat ibu Men Tuwung Kuning membawa bayi itu ke rumahnya. Sementara, Pan Tuwung Kuning belum kembali ke rumah. Saat Pan Tuwung Kuning pulang, Men Tuwung Kuning berbohong jika anaknya telah dia korbankan untuk ayam jago.

Namun, kebohongan itu telah tercium oleh Pan Tuwung Kuning. Men Tuwung Kuning lantas menjemput bayinya dari rumah ibunya, dan ternyata bayi tersebut justru sudah berubah menjadi gadis remaja. Anaknya itu sedang menenun baju yang katanya akan digunakan sebagai baju jenazahnya.

Saat hari yang ditentukan tiba, Pan Tuwung Kuning dan putrinya pergi ke hutan. Putrinya sudah siap untuk ditebas dan dikorbankan, namun tiba-tiba saja wujudnya menghilang. Pan Tuwung Kuning benar-benar menyesali perbuatannya ini hingga menangis tersedu.

Bawang dan Kesuna

Bawang dan Kesuna
Sumber: youtube.com

Bawang dan Kesuna adalah dua bersaudara yang berlainan sifat. Sutu pagi, ibunya sedang pergi ke pasar, Kesuna mengerjakan semua pekerjaan rumah sampai ibunya pulang. Namun, Bawang justru mengaku kalau dialah yang mengerjakannya semua. Kesuna marah dibuatnya, bahkan sang ibu mengusirnya.

Kesuna yang begitu sedih itu langsung lari ke hutan dan bertemu dengan burung Crukcuk. Dia meminta agar burung Crukcuk itu mematuknya saja supaya dia mati karena kesal dengan keluarganya. Tetapi, saat si burung mematuk, justru emaslah yang menghiasi tubuh Kesuna.

Beberapa waktu kemudian, Bawang dan Kesuna yang lama tak bertemu tiba-tiba kembali berjumpa. Kali ini Bawang begitu iri dengan Kesuna yang tubuhnya penuh dengan perhiasan. Bawang mencari tahu dari mana asalnya perhiasan itu, dia pun datang ke hutan menemui burung Crukcuk. Sayangnya, bukan malah emas yang keluar dari tubuhnya, melainkan lintah. Sungguh malang nasib Bawang.

Baca juga: Legenda Jawa Timur

Sekian 8 legenda dari Bali yang telah dikisahkan. Dengan mengetahui beberapa legenda Bali di atas, tentunya kamu akan lebih memperkaya wawasan kebudayaanmu mengenai kebudayan nusantara. Selain itu, kamu juga bisa membaca legenda dari daerah lainnya dengan cerita yang sangat mencerminkan daerah mereka masing-masing.

Leave a Reply