sumber-saudinesia

Bahkan Aku Tak Pernah Memeluk Ayahku Sampai Akhir Hayatnya

Posted on

Kali ini, aku akan bercerita pengalaman ku sendiri. Pengalaman hidupku yang pernah ku jalani dari waktu aku lahir hingga saat ini.

Kau tau, apa yang paling membahagiakan di dunia ini?

Apakah punya kekayaan? Punya ilmu tinggi? Punya jabatan? Punya kehormatan? Dipandang atas oleh masyarakat? Mobil, motor, bahkan pesawat sekalipun?

Bukan, bukan itu menurutku. Kau tau bagaimana seorang anak bisa bahagia jika melihat orang tuanya ada menemani hingga saat ini?

Ya, bagiku yang paling membahagiakan di dunia ini adalah hidup bersama keluarga yang utuh.

Di sekelilingmu banyak yang menyayangimu. Aku sakit, sakit sekali melihat teman-temanku yang masih memiliki kedua orang tua yang lengkap.

Aku menyesal, aku menyesal pada diriku sendiri yang telah bersikap kasar pada ayahku. Mungkin aku kesal karena alasan yang kuat.

Tapi seharusnya sebagai seorang anak aku tidak boleh kesal bahkan benci terhadap ayahnya sendiri yang telah berjuang menghidupiku.

Semasa ia hidup, banyak sekali yang ku sesalkan. Aku melihat ayah temanku yang rajin sholat ke masjid, pekerja keras, bisa memiliki ini memiliki itu, tegas, dan berwibawa.

Sedangkan ayahku? Aku memandangnya dengan mata yang telah dirasuki setan. Bisikan kebencian terus ada dan menancap di dalam hati sanubari.

Bahkan ketika ia melakukan kebaikan pun, aku merasa tidak senang. Aku benar-benar telah durhaka, sampai berani membentaknya.

sumber-intisari.gri.id

Aku tau, seharusnya aku berbakti. Namun rasa sakit di hati dan kekecewaan yang ada membuatku tak bisa mentoleransi itu semua.

Sebenarnya, aku begini karna aku sayang dan sangat mencintai ibuku. Keluarga kami tidak begitu harmonis. Sehingga kerap kali terjadi perselisihan antara ayah dan ibuku.

Dari situlah, berawal ketidak sukaanku terhadap sikap ayahku yang selalu ingin menang sendiri dan mempertahankan ego nya.

Ibuku selalu merasa tersakiti, hingga aku pun merasakan hal itu. Betapa sakitnya memiliki seorang suami yang seharusnya mendukung dan melindungi istri, malah tidak demikian kenyataannya. Semuanha berbalik, hingga kedamaian terusik.

Aku pun tahu, bahwasannya jika di dalam rumah tangga yang sering tidak akur akan mempengaruhi mental sang anak.

Itu kurasakan benar adanya. Aku tak bisa membantah. Aku jadi benci ayahku, aku jadi takut delat dengan lelaki, aku merasa aku bisa mandiri tanpa seorang lelaki.

Itu lah mindset yang sudah membenam di pikiran ku selama beberapa tahun silam.

Andai kamu tahu, sakit sekali memiliki keluarga yang begini. Aku bahkan pernah berkata kasar, menjauhi dan tidak ingin mengurusnya selama ia sakit.

Waktu itu ayahku sakit, dan tidak hanya satu penyakit. Tapi banyak, hingga penyakitnya disebut komplikasi.

Ia memang sering sakit, hingga ia harus bolak-balik ke dokter untuk berobat. Dan siapa yang mengantarnya? Jelas saja aku.

Namun karena aku bosan dan capek, aku tidak mau lagi mengantarnya berobat. Hingga akhirnya ibuku yang menga tar ayahku berobat.

Sakit nya yang terakhir adalah sakit yang terparah hingga menyebabkan ia tiada. Ia sudah dibawa kerumah sakit di daerahku, tapi sudah lama dirawat disana kata dokter ayahku harus di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar di kota.

Maka ayahku pun di bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kamu tau, sebelum ayahku dirujuk, badannya sudah lebam.

Dan setelah di rujuk pun ayahku tak kunjung sembuh. Maka ayahku dibawa pulang ke rumah.

Setelah itu banyak tanda-tanda yang mengisyaratkan bahwa ia akan meningalkanku.

sumber-majalahayah

Ketika ia terbaring lemah, bahkan aku tidak mau memeluknya. Aku bingung harus berbuat apa.

Akhirnya ibuku meminta ku untuk membimbing ayahku mengucapkan la ilaha ilallah pada saat ia sekarat.

Untungnya, aku mau. Setidaknya aku masih sempat berada disisinya untuk membimbingnya pada saat ajal menjemput.

Aku sangat sedih dan sampai kini sebenarnya aku masih rindu ayahku. Semoga ia tenang di alam sana

Untuk kamu yang masih memiliki, sayangi lah sepenuh hati, sampai ia tak di hidupmu lagi

 

Baca juga :

Hukum dan 5 Keutamaan Shalat Malam

Penjelasan Terlengkap Tentang Shalat Dhuha

 

 

Avatar
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply