5 Legenda di Jawa Timur, Apakah Kamu Tau Salah Satunya?

Posted on

Selain Jawa Tengah, Jawa Timur juga memiliki kisah turun temurun dari nenek moyangnya. Mungkin dari beberapa legenda ini kamu mengetahui salah satunya. Daripada berlama-lama, langsung aja ini dia 5 legenda dari Jawa Timur.

1. Legenda Keong Mas

Foto by pinterest.com

Legenda yang pertama ini mungkin sudah tak asing lagi ya di telinga kita. Karena kisah keong mas ini sudah beberapa kali diangkat di stasiun televisi. Tapi, tidak ada salahnya jika kita mengingat kembali dari legenda keong mas ini.

Legenda yang menceritakan seorang putri yang dikutuk menjadi keong mas karna kesyirikan dari saudaranya sendiri dalam mendapatkan seorang suami. Namun, kutukan tersebut dapat hilang karena pangeran yang akan mempersunting putri tersebut dapat menemukannya di desa terpencil dan mereka bisa hidup berbahagia.

2. Asal Usul Pesugihan Gunung Kawi

Foto by bola.kompas.com

Dulu dikisahkan ada seseorang yang bernama Eyang Jugo, beliau melakukan perjalanan ke Cina dan bertemu dengan seorang wanita hamil yang kehilangan suaminya. Eyang Jugo membantunya dalam segi ekonomi.

Atas jasanya, Eyang Jugo berpesan kepada wanita tersebut jika anaknya ingin menemuinya pergilah ke gunung kawi. Pada abad ke-40 masehi datanglah seorang keturunan Tionghoa bernama Tamyang, dia adalah anak dari wanita yang ditolong oleh Eyang Jugo.

Semenjak kedatangan Tamyang, makan Eyang Jugo menjadi terurus dan dibangun sebuah tempat doa yang bergaya khas Tionghoa. Setelah kedatangan Tamyang itu mulai berdatangan orang-orang yang berziarah bahkan ada yang berdoa meminta kekayaan.

Perlu diketahui, makam tersebut ternyata ada dua jasad yaitu Eyang Jugo dan Eyang Sujo. Kedua Eyang ini merupakan seorang bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro. Karena Pangeran Diponegoro tertangkap kedua Eyang ini mengasingkan diri ke gunung kawi.

Semenjak itu mereka berudua menyebarkan pendidikan dan ilmu lain seperti bercocok tanaman dan pengobatan. Karena kebaikannya, mereka pun memiliki murid dari Malang dan Blitar.

Setelah Eyang Jugo meninggal, setahun kemudian Eyang Sujo menyusul. Para murid mereka selalu menghormati mereka. Para pengikutnya beserta keturunannya sering datang ke makam untuk melakukan peringatan.

Setiap Jumat Legi yang merupakan peringatan wafat Eyang Jugo dan 1 Suro merupakan peringatan wafatnya Eyang Sujo, di tempat ini diadakan tahlil akbar dan ritual lainnya. Perayaan ini dipimpin oleh juru kunci makam yang merupakan keturunan dari Eyang Sujo.

Baca juga : Museum di Jakarta

3. Kisah Prabu Damarwulan

Dahulu kala, pemimpin dari Kerajaan Majapahit yang ke-6 yang bernama Ratu Ayu Kencana Wungu berhasil menaklukan beberapa daerah, salah satunya ialah Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Adipati Kebo Marcuet.

Adipati Kebo Marcuet ini pernah melayangkan ancaman pada Ratu Ayu sampai membuatnya cemas. Diadakanlah sayembara untuk mengalahkan Adipati Kebo Marcuet, siapapun yang memenangkannya akan dijadikan pemimpin di Blambangan dan dijadikan sebagai suami Ratu Ayu.

Datanglah seorang pemuda bernama Jaka Umbaran yang merupakan cucu dari Ki Ajah yang menjadi guru sekaligus ayah dari Adipati Kebo Marcuet. Jaka dapat mengalahkannya dengan menggunakan gada wesi kuning.

Karena keadaan Jaka yang menjadi buruk rupa setelah pertarungan dengan Adipati Kebo Marcuet, menjadikan Ratu Ayu tak sudi mempersuntingnya sebagai suami. Karena keputusan itu, Jaka yang saat itu mendapat gelar Minakjingga marah walaupun dia telah memiliki dua orang selir.

Karna murka Minakjingga mengambil alih kekuasaan Majapahit bahkan berani menyerang Majapahit. Karena merasa khawatir, Ratu Ayu mengadakan sayembara dengan hadiah bagi peserta yang berhasil memenggal kepala Minakjingga akan dijadikannya sebagai suami.

Sudah banyak peserta yang gagal, namun datanglah seorang pemuda bernama Damarwulan yang bekerja sebagai perawat kuda milik Patih Logender (patih Majapahit). Setelah menemui Minakjingga, Damarwulan ternyata kalah dan dimasukkan ke dalam penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *