5 kasus pendaki yang hilang dan ditemukan dalam keadaan tragis

Posted on

 

Hiking adalah sebutan para pendaki gunung yang artinya menaiki gunung sampai ke puncaknya. Yaa, hiking ini bisa dikatakan sebagai hal yang menantang karena harus bergelud dengan alam. Tetapi terkadang dalam mendaki, tidak sedikit pula orang menjadi korban. Ada yang hilang, terluka, bahkan tewas. Resiko yang dihadapi pendaki sangatlah tinggi. Harus banyak persiapan dalam mendaki tersebut.

Pembahasan saya kali ini,  saya akan membahas daftar pendaki yang hilang, terluka, hingga tewas:

  1. Fatur Rohman (14)

Fatur Rohman warga asal Kelurahan Kambowa, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, dinyatakan meninggal dunia saat mendaki puncak Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, sejak Jumat (5/4/2019).

Fatur bersama 3 orang temannya yaitu  Disa (13), Wildan (17), dan Sultan (16), yang berasal dari Jawa Timur, mengalami hiportemia di atas puncak Gunung Sumbing. Mereka mendaki menggunakan jalur base camp Stickpala atau Garung Reco, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo, sekitar pukul 15.50 WIB.

Tim SAR menemukan tiga pendaki di atas pos 3 tepatnya di atas Watu Pestan. Fatur Rahman ditemukan di bawah puncak Rajawali di ketinggian 3.371 mdpl.

  1. Safiq Fadilah (14)

Safiq Fadilah (14), santri dari Pondok Pesantren Nuruh Huda, Purbalingga, dapat dievakuasi oleh tim SAR dari dasar jurang sedalam 7 meter di sekitar puncak Gunung Slamet pada Rabu (26/9/2018). Safiq terpeleset di bebatuan di kawasan batu merah di sekitar puncak yang terkenal kawasan rawan di kalangan para pendaki.

“Sekitar pukul 12.15 WIB, basecamp menerima telepon mengaku dari pendaki. Dia melaporkan jika ada temannya yang jatuh ke jurang dikawasan batu merah puncak,” kata Slamet Ardiansyah, koordinator basecamp.

Safiq mengalami luka cukup berat di bagian pelipis karena terbentur batu saat terjatuh. Dalam proses evakuasi memerlukan waktu sebesar 1 jam.

  1. Thoriq Rizky (15)

Thoriq Rizky (15), pendaki asal Kabupaten Bondowoso, ditemukan meninggal setelah dinyatakan hilang selama 12 hari setelah mendaki Gunung Piramid. Thoriq mendaki bersama tiga rekannya Minggu (23/6/2019) untuk melihat sunset di gunung yang berada di kawasan Pegunungan Argopuro.

Throriq dinyatakan tewas ketika 100 relawan menemui jenazah Thoriq. Jezanah Thoriq ditemukan tersangkut di pohon dan proses penemuan jenazah memerlukan waktu sebesar 3-4 jam. Proses evakuasi baru dilakukan Sabtu (6/7/2019) pagi

  1. Husnawati Tombo (30)

Husnawati Tombo (30) warga Bangun Sari, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), terseret arus di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Husnawati adalah seorang relawan dari Kelompok Pencinta Alam Kepal yang ikut dalam rombongan evakuasi 12 pendaki yang terjebak di Gunung Mekongga karena cuaca buruk dan satu pendaki bernama Cindy (18) yang terkena hipotermia.

Insiden terjadi ketika korban hendak menyeberangi penyebrangan kedua dalam proses evakuasi. Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 11.00 Wita.

Saat korban hedak menyebrang sejauh 3 meter, korban tidak kuat menahan tali karena arus yang cukup deras dan akhirnya korban terhanyut oleh arus sungai yang deras.

Setelah ha tersebut terjadi, tim penyelamat mencari korban dan akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tewas. Korban ditemukan dalam jarak 1 kilometer dari tempat korban terhanyut.

baca juga:  kejadian menyeramkan di SMAN 1 Mukomuko

  1. Galih Andika (20)

Galih Andika (20) dilaporkan terpisah dari rekannya di Pos 6 Bawakaraeng saat perjalanan dari puncak ke Kampung Lembanna, Minggu (19/2/2019). Selama 15 hari, tidak ada informasi mengenai Galih. AKhirnya Galih dinyatakan hilang.  Tim basarnas melakukan pencarian selama tujuh hari dan hasilnya nihil.

Setelah 3 bulan kemudia, Galih berhasil  ditemukan dalam kondisi tidak beryawa dan hanya tersisa tulang belulang saja. Lokasi Galih ditemukan di hulu tenggara sungai Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/5/2019).

 

Leave a Reply