5 Baju Daerah Khas Papua

Posted on

Hai gaes, balik lagi di artikel aku nih. Kamu ga bosen kan baca artikel aku? Ya semoga aja ya. Karna aku juga ga pernah bosen nulis buat kalian wkwk.

Aku ingin kita sama-sama tau info-info yang sebelumnya belum kita ketahui. Dengan membaca, pengetahuan kita akan lebih luas.

Nah, kali ini aku akan bahas mengenai Papua nih gaes. Menurut Wikipedia, Papua adalah provinsi terluas di Indonesia dan terletak di bagian tengah pulau papua atau bagian paling timur wilayah papua milik Indonesia. Belahan timur nya merupakan negara Papua Nugini.

Dengan luas wilayah sekitar 808.105 km persegi, papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

Papua juga masih sangat kental dengan adat istiadatnya. Nah, berikut ini adalah beberapa baju khas daerah Papua yang harus kamu ketahui.

Baca juga: Cerita Horor dari Papua

1. Koteka

sumber-tribunnews.com

Koteka adalah pakaian atau alat untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya sebagian penduduk asli Papua. Koteka terbuat dari kulit labu air, isi dan bijinya dikeluarkan dan kulitnya dijemur.

Untuk ukuran koteka sendiri bergantung pada pemakainya. Tidak dibedakan dari status pemakainya. Biasanya koteka yang pendek digunakan untuk bekerja. Jika koteka yang panjang dan ada hiasan-hiasannya, biasanya digunakan untuk upacara adat.

Bentuknya sendiri sesuai dengan selera masing-masing. Biasanya orang Yali menyukai bentuk yang panjang, sedangkan orang Tiom biasa memakai dua labu.

Nah, jika kamu berkujung ke Papua, dan juga ingin berfoto dengan pemakai koteka, kamu harus membayar beberapa puluh ribu rupiah loh gaes.

2. Sali

sumber-watikamkwe.blogspot.com

Sali merupakan pakaian adat perempuan lajang. Ini menjadi pembeda bagi wanita yang sudah menikah dan yang belum menikah. Pakaian ini terbuat dari kulit pohon dan berwarna cokelat. Untuk mereka yang sudah menikah, tidak layak mengenakan pakaian ini.

3. Yokai

sumber-themoondoggies.com
Gravatar Image
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *