7 Tarian Adat Sumatra Barat dengan Dominasi Budaya Khas Minang

Posted on

Tarian Adat Sumatra Barat merupakan salah satu bentuk ragam kekayaan adat dan budaya yang ada di Pulau Sumatra dan Nusantara. Kesenian tari memang telah menjadi sesuatu yang dekat di dalam kehidupan masyarakat Sumatra terutama Suku Minangkabau.

Kesenian tari di Sumatra Barat  memang identik dengan adat dan budaya suku asli yaitu Suku Minangkabau yang ikonik dan mendominasi di wilayah Sumatra Barat. Provinsi Sumatra Barat sendiri merupakan provinsi yang berada di sepanjang pesisir barat Sumatra bagian tengah, kemudian di dataran tinggi Bukit Barisan di sebelah timur, dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai.

Terdapat 4 ragam suku yang mendiami wilayah Sumatra Barat yaitu Suku Minangkabau, Suku Mandailing, Suku Jawa, dan Suku Mentawai. Diantara ragam suku tersebut, Suku Minangkabau menjadi suku asli dominan dan mayoritas di Sumatra Barat.

Sebagai suku mayoritas di Sumatra Barat, adat dan budaya Suku Minangkabau memiliki andil besar dalam memberikan corak dan warna ke banyaknya ragam tarian adat Sumatra Barat. Keragaman tarian tersebut juga memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing yang menjadi pembeda.

Di Pulau Sumatra memang segala aspek kehidupan banyak dipengaruhi oleh nilai islami yang kuat. Hal itu juga berlaku kepada adat dan budaya masyarakatnya termasuk kedalam kesenian tarian adat Sumatra Barat. Berikut ulasan mengenai tarian adat Sumatra Barat dengan dominasi budaya khas Minang :

1. Tari Piring, Tarian Adat Sumatra Barat

Tari Piring Sumatra Barat
Penampilan Tari Piring | Foto: Informazone.com

Tarian Piring atau dikenal juga dengan nama Tari Piriang telah menjadi tarian paling ikonik di Sumatra Barat dan juga menjadi salah satu jenis tarian populer di Indonesia. Tarian ini merupakan tarian khas Minangkabau yang berasal dari Kota Solok.

Penyebutan nama Tari Piring sendiri dikarenakan penggunaan piring sebagai properti utama dan ciri khas tarian yang diayun dengan gerakan-gerakan cepat dan teratur agar piring-piring tersebut tidak terlepas dari tangan para penari.

Tari Piring sendiri bukan hanya sekedar kesenian tarian namun memiliki makna simbol dari kebudayaan masyarakat Minangkabau yang di dalam gerakan dasar tariannya terdapat langkah kuda-kuda silat Minangkabau atau Silek.

Kesenian tari ini biasa dipentaskan dengan tujuan sarana hiburan rakyat pada hari-hari besar atau acara orang Minangkabau. Penari dalam tarian ini biasanya berjumlah ganjil antara 3-7 orang penari yang diiringi oleh alunan musik yang berasal dari alat musik tradisional Minang yaitu Talempong dan Saluang.

2. Tari Indang

Tari Indang Sumatra Barat
Pertunjukan Tari Indang | Foto: Min.wikipedia.org

Tarian Indang juga merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal pesisir Pariaman dan menjadi Tarian Adat Sumatra Barat. Kesenian tari ini dikenal dengan nama lain yaitu Tari Dindin Badindin. Dalam ragam tariannya, budaya Minangkabau memang melibatkan sastra sebagai keseniannya.

Kata “Indang” sendiri merujuk kepada alat musik tradisional semacam rebana kecil, sementara kata “Dindin Badindin” mengacu kepada lagu tradisional dalam tarian ini.

Gerakan pada Tari Indang memiliki ciri dinamis dan menggunakan suara penari yang mirip dengan Tari Saman (Aceh). Akan tetapi, Tarian Indah terlihat lebih beragam dan variatif dalam gerak serta lebih sarat akan pesan dakwah Islam.

Dahulu tarian tersebut sering ditarikan oleh para pemuda dan pemudi setelah pergi mengaji di surau. Terdapat lantunan dan nyanyian yang bertujuan sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam di dalam tariannya. Oleh karena itu, Tari Indang dianggap kental dengan unsur pengaruh budaya Islam yang berkembang di Minangkabau.

3. Tari Lilin

Tari Lilin Sumatra Barat
Penampilan cantik penari Tari Lilin | Foto: Negerikuindonesia.com

Tarian Lilin ialah salah satu Tarian Adat Sumatra Barat selain Tari Piring yang dinamakan karena properti yang digunakan. Penari dalam tarian ini menggunakan lilin yang sedang menyala di atas piring sambil menari dengan lincah dan gemulai mengikuti irama musik yang mengiringi.

Tarian unik ini bermula dari latar belakang cerita rakyat Minangkabau yaitu bahwa dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang gadis Minang yang sedang ditinggal oleh tunangannya pergi keluar untuk berdagang.

4. Tari Payung

Tari Payung Sumatra Barat
Tari Payung | Foto: Ilmunik.com

Tarian Payung ialah sebuah tarian tradisional yang mencerminkan ungkapan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih asal Suku Minangkabau, Sumatra Barat. Tari ini memiliki ciri khas penggunaan payung dan selendang sebagai properti penunjang yang menggambarkan ikatan cinta dan kesetiaan.

Tari Payung juga menjadi lambang saling melindungi antar sepasang kekasih dalam kebudayaan Minangkabau. Para penari biasa melakukan pementasan tari dengan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan karena unsur romantis yang lekat pada tarian ini.

Gravatar Image
Perkenalkan saya Zafrul sebagai penulis atau kontributor dalam Takterlihat.com Semoga senang dan mendapat manfaat dari membaca tulisan saya. More about me : linkedin.com/in/zafroel/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *