Rumah Adat Nuwou Lunik
Rumah Adat Lampung

5 Rumah Adat Lampung dan Keunikan Disetiap Namanya

Posted on

Provinsi Lampung adalah wilayah di Indonesia yang menjadi pintu gerbang menuju Pulau Sumatera. Karena letaknya yang saling berdekatan, budaya Lampung sering kali terpengaruh oleh Pulau Sumatera. Meskipun demikian, Lampung tetap punya ciri khas yang mewakili keunikan setiap sukunya.

Keunikan Lampung itu apa aja sih?

Ada banyak sekali keunikan Lampung yang membuat provinsi ini semakin istimewa. Mulai dari cita rasa kopi robustanya yang khas dan populer hingga arsitektur rumah adatnya yang unik. Lampung memang memiliki ciri khas disetiap rumah adatnya. Hampir seluruh material bangunannya berasal dari alam.

Batu digunakan sebagai penyangga rumah yang disusun secara rapi berbentuk persegi. Papan kayu sebagai dinding rumah. Lantainya terbuat dari khesi yang berasal dari bambu dan atapnya berasal dari daun rumbia yang ditata dengan rapi.

Istilah Bagian Rumah 

Lampung memang memiliki 5 jenis rumah adat. Namun ruangan yang ada di dalam Rumah Adat Lampung cenderung sama. Ada bagian-bagian yang sudah paten ada di setiap jenis rumah adat provinsi ini. Mulai dari anak tangga menuju rumah hingga bagian dalam Rumah punya nama yang spesifik. Seperti apa namanya?

Ijan Geladak

Ini dia nama anak tangga menuju rumah utama, yaitu Ijan Geladak. Tangga masuk menuju rumah ini dilengkapi dengan penutup atap yang bernama rurung agung. Rurung agung berfungsi sebagai perlindungan dikala hujan.

Serambi atau anjungan

Rumah Adat Lampung juga memiliki serambi atau anjungan. Masyarakat Lampung menggunakan serambi sebgai tempat untuk mengadakan pertemuan kecil zaman dulu.

Pusiban

Meskipun memiliki serambi, masyarakat di provinsi ini juga memiliki ruangan resmi sebagai tempat bermusyawarah. Ruangan ini dikenal dengan nama Pusiban. Hingga kini Pusiban masih sering digunakan sebagai nama gedung untuk pertemuan resmi di Lampung.

Ruang Tetabuhan

Sama seperti namanya, ruang tetabuhan difungsikan sebagai tepat penyimpaan alat musik di Lampung. Umumnya alat musik yang disimpan di sini berupa gamelan. Gamelan dari Lampung memiliki banyak kesamaan dengan gamelan di Pulau Jawa. Ini terjadi akibat impresi dengan kebudayaan yang berasal dari Kesultanan Banten.

Ruang Gajah Merem

Setelah para purwatin bermusyawarah di Pusiban, mereka akan tidur di Gajah Merem. Sesuai namanya ruangan ini memang difungsikan untuk beristirahat para purwatin ketika rapat berhari-hari di Pusiban.

Kenapa diambil nama Gajah? Sebab Gajah merupakan hewn endemik yang berasal dari Lampung. Gajah adalah perumpaman purwatin.

Kebik

Adalah istlah lain dari kamar tidur. Kebik umumnya dibagi menjadi 3 yaitu kebik tengah, kebik temen dan kebik rangek. Kebik tengah adalah kamar tiduk anak penyimbang batin atau anak bungsu. Sedangkan kebik temen dan kebik rangen adalah kamar tidur untuk anak penyimbang bumi (anak pertama) dan penyimbang ratu (anak kedua).

Jenis Rumah Adat Lampung

Kalau sudah tahu bagian-bagian dari Rumah Adat Lampung, kamu juga perlu paham apa aja jenis rumah adat di provinsi ini. Simak 5 jenis Rumah Adat Lampung di bawah ini yuk!

Nuwou Sesat

Rumah Adat Nuwou Sesat
Nuwou Sesat, Rumah Adat Lampung – Sumber: Polarumah

Nuwou Sesat adalah salah satu jenis rumah adat di provinsi Lampung yang memiliki 2 fungsi. Fungsi utama dari Nuwu Sesat adalah sebagai tempat tinggal. Namun zaman dulu Nuwou Sesat juga sering difungsikan sebagai tempat pertemuan adat.

Gaya arsitekturnya masih mengandalkan material dari alam. Bentuknya serupa rumah panggung. Bentuk ini dipilih sebab Nuwou Sesat biasanya berada di sekitar sungai dan hutan. Sehingga untuk menghindari terkena air sungai dan binatang buas, maka dibuatlah desain rumah panggung. Masyarakat Lampung juga menganggap ruah panggung lebih tahan terhadap gempa.

Lantainya berasal dari papan atau khesi yang terbuat dari kayu klutum, belasa dan bekhatteh. Penyangga rumah pun berasal dari batu yang kokoh dan disusun persegi. Dindingnya berasal dari kayu yang dibentuk menjadi setangkup ganda. Pada bagian atap terdapat hiasan payung. Hiasan ini menunjukkan derajat pemilik rumah. Hiasan payung biasa disebut dengan siger. Semakin tinggi siger, maka semakin tinggi derajat pemilik rumah.

Bagian-bagian dari Nuwou Sesat sama dengan bagian rumah adat Lampung secara umum. Nmun Nuwou Sesat hanya memiliki 3 bagian yaitu Ijen Geladak, Serambi dan Ruang Tetabuhan.

Nuwou Lunik

Rumah Adat Nuwou Lunik
Nuwou Lunik , Rumah Adat Lampung – – Sumber: Daerahkita

Nuwou Lunik menjadi Rumah Adat Lampung dengan ukuran yang lebih kecil. Karena berukuran lebih kecil, Nuwou Lunik biasa digunakan sebagai tempat tinggal rakyat biasa.

Nuwou Lunik tidak memiliki beranda. Hanya ada Ijen Geladak yang langsung menuju pintu masuk dan beberapa kebik. Meskipun kecil Nuwou Lunik memiliki dapur yang menyatu dengan bangunan utama rumah. Bagian atap Nuwou Lunik berbentuk seperti perahu terbalik tetapi ada pula yang berbentuk seperti limas.

Nuwou Balak

Rumah Adat Nuwou Balak
Nuwou Balak , Rumah Adat Lampung – – Sumber: Dekoruma

Nuwou Balak adalah Rumah Adat Lampung untuk tempat tinggal petinggi adat. Di Lampung petinggu adat disebut juga Balai Keratun atau penyimbang adat. Tugasnya apa? Tentu sebagai kepala adat suatu suku.

Baca juga: Tarian Adat Lampung

Nuwou Balak termasuk rumah adat yang besar dengan ukuran berkisar 30×15 meter. Arsitekturnya lebih lengkap daripada Nuwou Sesat dan Nuwou Lunik. Rumah adat ini memiliki 8 ruang pembagian yaitu Lawang Keri, Ijen Geladak, Anjungan, Pusiban, Lapang Agung, Kebik Temen, Kebik Rangek dan Kebik Tengah.

Nuwou Balak juga memiliki dapur yang terpisah dari rumah utama. Dapur berada di bagian belakang yang dihubungkan dengan sebuah jembatan dengan atap.

Material yang digunakan untuk membuat Nuwou Balak juga sama dengan rumah adat lainnya di provinsi Lampung. Penyangga masih menggunakan batu dan desain rumah juga berbentuk rumah panggung.

Lamban Balak

lamban balak
Lamban Balak, Rumah Adat Lampung – Sumber: Pinterest

Lamban Balak adalah rumah adat hasil kreasi dari etnis Saibatin. Gaya arsitektur dan bentuk rumahnya menyerupai Nuwou Balak. Material yang digunakan juga sama yaitu papan kayu sebagai dinding dan lantai. Penopang rumahnya berasa dari batu yang disusun membentuk persegi.

Etnis Saibatin memiliki sebutan tersendiri pada bagian rumah adat mereka. Sehingga kamu nggak akan menemukan istilah-istilah seperti Ijen Geladak ataupun Anjungan pada Lamban Balak. Berikut ini nama-nama unik dari setiap bagian Lamban Balak:

  • Jan adalah tangga menuju rumah panggung
  • Lepau/bekhada adalah anjungan atau ruang terbuka yang berada pada bagian depan rumah.
  • Lapang Luakh atau dalam rumah adat lainnya disebut pusiban.
  • Ruang keluarga disebut lapang lom
  • Kamar utama disebut bilik kebik
  • Tabelayakh adalah kamar kedua
  • Sekhudu adalah bagian ruangan di belakang yang biasanya difungsikan untuk ibu-ibu.
  • Panggakh adalah loteng
  • Depokh adalah dapur
  • Gakhang adalah tempat untuk mencuci perabotan pada dapur

Lamban Pesagi

lamban pesagi
Lamban Pesagi, Rumah Adat Lampung – Sumber: Jelajahnusae

Urutan terakhir adalah Lamban Pesagi. Rumah Adat Lamban Pesagi baru diresmikan pada tahun 2014 oleh Kemendikbud. Jadi daripada rumah adat yang lain, Lamban Persagi adalah yang paling baru. Meskipun baru diresmikan, Lamban Pesagi adalah rumah adat tertua di Lampung. Lamban Pesagi umurnya lebih dari 200 tahun.

Rumah adat ini berasal dari Desa Kenali, Kecamatan Belalau bagian Lampung Barat. Arsitekturnya sangat kokoh sehingga rumah adat ini diklaim mampu menahan gempa. Lamban Pesagi adalah bukti majunya sebuah peradaban zaman dahulu.

Bentuk rumah adat ini adalah rumah panggung dengan dinding yang terbuat dari papan kayu. Bagian pondasi berasal dari batu yang kokoh, baru bagian atasnya ditambah kayu. Kolong rumah dimanfaatkan sebagi tempat hewan ternak ataupun gudang. Bagian-bagian dari Lamban Pesagi juga masih sama dengan Nuwou Balak dan Nuwou Lunik.

Baca juga: Jenis Rumah Adat Aceh

Bagaimana? Sudah lebih kenal dengan Rumah Adat Lampung kan? Sekarang kamu jadi bisa tahu apa saja sih keunikan rumah adat di Lampung. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply