10 Rumah Adat Kalimantan Selatan dan Penjelasannya

Posted on

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman dalam budaya dan adat ialah Kalimantan Selatan. Provinsi dengan ibukota Banjarmasin ini lahir sejak 14 Agustus 1950. Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya dengan akronim KalSel.

Soal seni, budaya dan adat, Kalimantan Selatan bisa jadi salah satu contoh provinsi yang sukses. Pasalnya dari segala sektor seni, budaya dan adat, Kalsel berhasil mengebangkannya di kancah nasional. Sebut saja seperti seni karawitan dari Banjar, Lagu Ampar-ampar Pisang ataupun rumah adat Bubungan Tinggi. Bahkan kalau ditelisik lebih dalam, masih banyak eksotisme seni, budaya dan adat di provinsi ini.

Nah pada artikel ini yang dibahas merupakan tentang warisan budaya rumah adat di Kalimantan Selatan. Jadi seperti apa sih rumah adat Kalimantan Selatan?

Palimasan

palimasan
Sumber: Wikipedia

Rumah adat Kalsel yang pertama adalah Palimasan. Masyarakat provinsi ini membedakan Palimasan menjadi 2 tipe, yaitu Palimasan dengan anjungan dan Palimasan tanpa anjungan. Perbedaan dari kedua tipe tersebut adalah bangunan induk yang menggunakan perisai di bagian atap untuk menutupi serambi pamedangan.

Arsitektur dari Palimasan dengan anjung terbilang lebih lengkap daripada tanpa anjung. Memiliki 4 buah pilar sebagai penyangga emper depan yang memanfaatkan atap sengkuap pada serambi sambutan. Ujung anjung dari Palimasan pun memiliki periasi yang biasa disebut dengan ambin sayup. Kemudian pada dinding tawing terdapat 1 sampai 3 pintu di bagian depan. Selain itu bagian teras rumah pun memakai kandang rasi.

Berbeda dengan Palimasan tanpa anjung yang lebih sederhana. Ciri-ciri yang paling khas dari Palimasan jenis ini adalah tidak memiliki anjung.

Palimbangan

rumah adat kalimantan selatan palimbangan
Sumber: KanalKalimantan.com

Palimbangan merupakan rumah adat tradisional dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Menurut sejarah, Palimbangan dulu dihuni para tokoh islam, alim ulama, serta para saudagar kaya dan besar.

Palimbangan memiliki ukuran yang lebih luas daripada Palimasan. Atap Palimbangan menggunakan pelana dengan layar yang tebal dan biasa disebut dengan Tawing Layar. Selain itu, beberapa Palimbangan tidak menggunakan anjung. Tetapi ada beberapa Palimbangan yang menggunakan anjung dengan atap pelana TawingLayar menghadap ke depan.

Baca juga: Rumah Adat Jawa Tengah

Terasnya ditutupi dengan menggunakan atap sengkuap (atap lessenaardak). Masyarakat Kalsel biasa menyebut atap ini dengan Sindang Langit. Sindang Langit melebar hingga ke teras samping bagian depan Ajung, sehingga membentuk Jurai Laki pada setiap ujung sudut atap.

Lanting

lanting
Sumber: Elizato.com

Lanting menjadi salah satu rumah adat Kalimantan Selatan yang terapung di atas air. Lanting menjadi simbol bahwa masarakat Banjar selalu terhubung erat dengan air. Kamu bisa menjumpai Lanting di sekitar sungai atau rawa-rawa.

Desainnya berupa belah ketupat dengan bagian atapnya adalah pelana. Bagian pondasi dari Lenting memanfaatkan pelampung yang berasal dari kayu besar. Pelampung tersebut disokong oleh gelagar ulin. Struktur ruangan dari Lanting dibagi menjadi 2, yaitu ruang untuk tidur dan ruang keluarga

Tadah Alas

tadah alas
Sumber: Wikipedia

Tadah Alas pun termasuk rumah adat tradisional dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Menurut sejarah Tadah Alas adalah modifikasi serta pengembangan dari rumah adat Balai Bini. Bagian yang dimodifikasi adalah penambahan satu lapis atap perisai yang berguna untuk kanopi depan. Nah atap kanopi inilah yang biasa disebut dengan “Tadah Alas”.

Arsitektur Tadah Alas yang paling pertama berbentu segi empat yang memanjang ke belakang. Bagian depannya ditutupi dengan atap perisai atau dalam bahasa Bajar disebut Atap Gajah. Setalh itu atap depan ditambah lagi penutup dari perisai.

Kemudian seiring berkembangnya zaman, atap perisai yang bertumpu tadi ditambahkan ruangan pada salah satu sisi bangunan pokok. Tetapi ada pula yang menambahkannya di kedua sisi bangunan. Hal ini boleh dilakukan asalkan tambahan ruangan pada posisi yang simetris. Ruangan tambahan ini disebut anjung.

Tadah Alas yang memunyai 2 anjung pada masing-masing sisi disebut dengan Tadah Alas Ba’anjung Dua.

Rumah Adat Kalimantan Selatan Gajah Manyusu

rumah adat kalimantan selatan gajah manyusu
Sumber: Mantapz.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *