6 Rumah Adat Kalimantan Barat yang Eksotis dan Sarat Makna

Posted on

Kalimantan Barat merupakan provinsi di Indonesia yang teretak di Pulau Kalimantan. Provinsi ini berbatasan secara langsung lewat darat dengan Serawak, Malaysia. Biasanya beberapa orang menyebut provinsi ini dengan KalBar (Kalimantan Barat).

Kalau ditengok lewat kondisi geografisnya, Kalbar memiliki banyak sungai. Sampai-sampai provinsi ini mendapat julukan “Seribu Sungai”. Nggak heran sih, sebab sebagian sungai-sungai di sana masih menjadi urat nadi dan transportasi utama daerah pedalaman. Yap benar, memang sebagian besar transportasi darat telah terjangkau prasana, namun ada beberapa daerah yang masih harus menggunakan sungai sebagai jalur transportasi.

Dalam artikel ini, akan dibahas salah satu budaya dari masyarakat Kalbar, yaitu rumah adat mereka. Beberapa sumber menyatakan ada 4 jenis rumah adat di Kalimantan Barat. Namun 4 jenis tersebut masih memiliki sub jenis lagi, sehingga totalnya ada 6 rumah adat.

Rumah Adat Kalimantan Barat Betang Ensaid

rumah adat kalimantan barat betang ensaid panjang
Sumber: SitusBudaya.id

Sebenarnya rumah adat Betang berasal dari Kalimantan Tengah, namun ada 2 jenis Betang yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Salah satunya adalah Betang Ensaid.

Ketika kamu bertandang ke Bukit Kelam di daerah Kabupaten Siantar, maka kamu akan menjumpai Bentang Ensaid. Nama lengkap rumah adat ini adalah Betang Ensaid Panjang. Modelnya serupa rumah panggung dengan material yang didominasi oleh kayu. Rumah model panggung dipilih untuk menghindari banjir kala itu. Ukuran rumah adat ini tergolong besar. Panjangnya 118 meter, lebar 17 meter dan tingginya mencapai 2 meter.

Rumah Adat Kalimantan Barat ini dihuni oleh 22 kepala keluarga Suku Dayak. 1 keluarga menghuni 1 bilik yang sudah dipisah dalam sekat-sekat. Beberapa keluarga bermata pencaharian sebagai pembuat kerajinan khas Dayak, seperti kain tenun dan anyaman. Sebagiannya lagi bertani dan berburu.

Selain menetap di Betang Ensaid, umumnya keluarga yang bermata pencaharian sebagai petani memiliki rumah tunggal. Rumah ini difungsikan sebagai tempat beristirahat selepas bertani. Sebab itulah rumah tunggal dibangun berdekatan dengan area perladangan.

Rumah Adat Baluk

rumah adat baluk
Sumber: BAPPEDA.KabupatenBekayang.go.id

Rumah adat Kalimantan Barat yang unik ini bernama Baluk. Dilihat sekilas saja, desain dari Baluk ini sangat berbeda daripada kebanyakan rumah adat Kalimantan Barat lainnya. Fungsi utama dari Baluk adalah sebagai acara adat ritual tahunan Nibak’ng. Acara ini biasanya dilakukan selepas padi telah dituai dan segera menuju musim tanam baru. Biasanya sih jatuh pada 15 Juni.

Desain rumahnya seperti tabung dengan model rumah panggung. Tinggi Baluk dapat mencapai 12 meter dengan diameter rumah lebih kurang 10 meter. Ada makna tersendiri mengapa Baluk dibangun sangat tinggi, yaitu menunjukan penghormatan kepada Kamang Triyuh.

Tiang penyokongnya berjumlah 20 buah dan terbuat dari kayu yang kuat. Selain itu kayu yang digunakan sebagai penopang juga digunakan untuk membangu tangga yang terlihat seperti titian. Tangga ini difungsikan untuk naik menuju rumah utama.

Rumah Adat Melayu

melayu
Sumber: Tripadvisor

Kamu nggak hanya bisa menemukan rumah adat Melayu di Riau, tetapi kamu pun bisa menemukannya di Kalimantan Barat. Serupa dengan namanya, rumah adat Melayu menjadi poros berkembangnya kebudaaan Melayu di Kalbar.

Masyarakat Kalbar membagi ruangan di rumah ini menurut fungsinya. Ada ruangan Balai Kerja yang digunakan sebagai Sekertariat Pertemuan Balai Rakyat dan musyawarah. Ada pula ruangan yang khusus digunakan untuk beberapa acara adat, misalnya pengobatan dan sebagainya.

Baca juga: Rumah Adat Kalimantan Timur

Desain arsitektur dari atap bangunan ini diduga terpegaruh dari bangunan adat Jawa, yaitu Limas. Namun nyatanya atap dengan model Limas ini mampu membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lebih baik, sebab panas tidak terperangkap dalam ruangan.

Rumah Adat Panjang

rumah adat panjang
Sumber: InfoPromoDiskon.com

Rumah adat Kalimantan Barat yang kelima adalah rumah Panjang. Nama lain dari rumah adat ini adalah Betang Radakng. Rumah Panjang menjadi salah satu ikonik yang paling eksotis bagi Suku Dayak di Kalbar.

Material pembuatannya masih didominasi dengan kayu dengan tinggi rumah bisa mencapai 8 meter. Ukuran rumahnya panjang tetapi sempit, yaitu dengan panjang 180 meter dan lebar 6 meter sampai 30 meter. Ruangan di rumah Panjang lebih banyak daripada Betang Ensaid, yakni mencapai 50 ruangan. Jadi sistemnya adalah banyak keluarga yang menetap dalam 1 rumah. Umumnya mereka yang menetap dalam 1 rumah masih bersaudara.

Tata Ruangan Rumah Panjang

  1. Rumah Pajang memiliki ruang tamu yang bernama Samik. Setiap keluarga boleh menerima tamu mereka di ruangan ini.
  2. Memiliki teras dengan nama Pente. Fungsi Pente sebagai tempat melangsungkan kegiatan ritual keagamaan maupun upacara adat.
  3. Rumah Panjang memiliki kamar tidur dengan jumlah yang sangat banyak. Jumlahnya mengikuti banyaknya kepala keluarga yang menetap di rumah tersebut. Namun ada tata atura yang berlaku di rumah ini, bahwa kamar tidur orang tua harus berada di pangkal sungai.
  4. Panjang juga memiliki ruang keluarga. Ruang keluarga biasanya ditempatkan pada bagian tengah-tengah bangunan.
  5. Ruangan yang terakhir adalah dapur. Dapur di masyarakat Kalbar harus menghadap ke arah aliran sungai. Fungsi dapur selain sebagai tepat memasak juga sebagai tempat menyimpan hasil panen.

Filosofi Rumah Panjang

Rumah Panjang tidak hanya sekadar bangunan rumah adat kuno. Bangunan ini mengajarkan rasa berbagi yang mengakar dan toleransi yang kuat. Terlihat dari banyak kepala keluarga yang tinggal dalam 1 atap. Poin ini juga megajarkan bahwa Suku Dayak tidak pernah memandang status sosial seseorang. Sesama Suku Dayak memandang satu sama lain sebagai pribadi yang sama. Tidak ada istilah lebih kaya ataupun lebih miskin dan sebagainya.

Bagian depan rumah menghadap matahari terbit dan belakang rumah menghadap matahari terbenam. Makna yang diajarkan masyarakat Kalbar di sini adalah kerja keras sepanjang hari. Nggak ada istilah bermalas-malasan di Suku Dayak.

Rumah Adat Dayak Mandi Angin

Dayak Mandi Angin
Sumber: TravelingYuk.com

Satu lagi rumah adat Kalimantan Barat yang eksotis, yaitu Dayak Mandi Angin. Dayak Mandi Angin berasal dari Suku Dayak Pesaguan yang berada di Kecamatan Tumbang Titi. Diantara rumah adat lainnya, Dayak Mandi Angin menjadi rumah paling pendek. Ketinggiannya hanya 1 meter di atas permukaan tanah.

Desainnya mengusung model rumah panggung dengan material yang didominasi oleh kayu Ulin. Kayu Ulin sudah diakui oleh masyarakat karena menjadi kayu yang paling tahan terhadap cuaca. Dayak Mandi Angin memiliki banyak relief yang menghiasi bagian dinding. Relief-relief ini menambah eksotisme dari rumah adat Kalimantan Barat ini.

Rumah Adat Kalimantan Barat Radakng Aya

rumah adat kalimantan barat radakg aya
Sumber: TravelingYuk.com

Rumah adat Kalbar yang terakhir adalah Radakng Aya. Sebenarnya rumah ini adalah replika dari rumah adat Suku Dayak Kanayatn.

Fungsi utama dari rumah ini bukanlah sebagai tempat tinggal. Radakng Aya lebih sering difungsikan sebagai tempat untuk melangsungkan acara bersifat kebudayaan yang ada di Kalbar. Kini keberadaan rumah ini sudah berhasil menarik mata genit wisatawan yang ingin menikmati eksotisme Kalbar.

Baca juga: Rumah Adat Kalimantan Tengah

Nah itu dia 6 rumah adat di Kalimantan Barat. Gimana? Sudah semakin paham, kan? Semoga penjelasan ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *