Rumah Adat Jawa Barat Capit Gunting

7 Rumah Adat Jawa Barat dan Penjelasannya

Posted on

Jawa Barat (Jabar) identik dengan Suku Sunda. Hampir seluruh masyarakat Indonesia tahu ciri khas yang menonjol pada Suku Sunda. Faktanya Suku Sunda nggak hanya ditemukan di Jabar saja. Kamu bisa menemukan suku ini di sebagian wilyah Banten, Jakarta dan Jawa Tengah.

Nah, satu lagi yang paling khas dari Jawa Barat yaitu rumah adatnya. Desain dari Rumah Adat Jawa Barat memiliki aksen yang selalu terlihat rapi. Nama-nama yang disematkan masyarakat Jabar juga unik. Umumnya nama rumah adat di Jawa Barat disesuaikan dengan gaya arsitekturnya.

Penasaran kan apalagi yang jadi keunikan dari rumah adat di Jawa Barat ini? Yuk cari tahu dalam pembahasannya di bawah ini.

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Jawa Barat

Zaman dulu masyarakat Jabar cenderung memperhitungkan 5 hal ketika membangun sebuah rumah. 5 hal itulah yang sampai sekarang lekat dalam rumah adat khas Jawa Barat. Apa saja sih 5 hal itu?

Pondasi

Bagian pondasi dari rumah adat Jawa Barat memiliki pondasi yang lebih kuat. Berasal dari batu bata yang disusun di dalam tanah sebagai tempat berpijak bangunan. Pondasi yang ditanama akan mampu meredam geseran bila terjadi gempa bumi.

Menariknya lagi, beberapa rumah tidak menampakkan pondasinya dari luar. Sehingga bangunan terkesan lebih rapi dan klasik.

Dinding

Bagian dinding rumah adat Jawa Barat berasal dari bambu yang dianyam. Anyamannya memiliki celah-celah kecil yang berfungsi sebagai alat untuk bertukarnya udara dari dalam dan luar. Bentuk anyamannya pun beragam, sehingga tampilan dinding rumah ini tidak monoton.

Selain dimanfaatkan sebagai dindig, anyaman bambu juga digunakan sebagai daun pintu dan daun jendela. Tentu saja kerekatan setiap anyaman disesuaikan dengan tempat penggunaannya.

Lantai

Sepertinya bangunan tradisional provinsi ini nggak bisa lepas dari bambu. Lantai rumah adat Jawa Barat juga berasal dari bambu. Bambu dibelah kemudian ditata sejajar. Bagian keratnya juga dihilangkan sehingga tidak mengenai kaki. Serupa dengan dinding, penggunaan bambu pada lantai rumah berfungsi untuk membuat sirkulasi udara dalam rumah lancar. Lantai yang berasal dari bambu bilah ini sering disebut pelupuh.

Plafon

Plafon adalah ruangan yag berada tepat dibagian bawah atap dan dibatasi bambu. Pada masyarakat modern, plafon dibuat dengan gypsum maupun PVC. Namun masarakat Jabar zaman dulu menggunakan bambu sebagai pembatasnya.

Bambu utuh yang sudah dibuang keratnya disusun secara rapi. Pembuatan plafon difugsikan sebagai ruang penyimpanan sang pemilik rumah.

Posisi Rumah

Esensi buday islam terlihat jelas saat membangun rumah di Jabar. Msayarakat provinsi ini cenderung menghindari pembangunan rumah yang tidak menghadap ke arah barat atau timur. Filosofinya afalah arah matahari terbit dan teggelam adalah salah satu kuasa Tuhan yang bagus. Hal ini sekaligus sebagai penanda arah kiblat adalah arah matahari terbenam.

Rumah Adat Jawa Barat

Desain rumah adat Jawa Barat itu bervariasi lo. Meskipun sekilas terlihat sama ketika dilihat, namun jika diperhatikan ada gaya arsitektur yang membedakan setiap jenisnya. Tercatat ada 7 jenis rumah adat pada zaman dulu yang dimanfaatkan oleh masyarakat provinsi ini.

Ciri khas dari rumah adat di provinsi ini adalah hampir disetiap rumah memilii leuit. Leuit adalah lumbung padi khas Sunda. Leuit menjadi salah satu ruangan yang paling pentig. Lebih lagi jika musim panen telah tiba.

Bentuknya serupa rumah panggung dengan rata-rata tinggi ½ sampai 1 meter dari permukaa tanah. Nah bagian kolong biasanya dimafaatkan sebagai kandang hewan ternak. Semakin penasaran kan seperti apa bentuk dan deskripsi lengkapnya? Coba simak dalam penjelasan di bawah ini.

Rumah Jolopong

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong
Rumah Adat Jawa Barat Jolopong – Sumber: Dekoruma

Diantara 6 jenis lainnya, Jolopong memiliki bentuk paling sederhana. Kamu bisa menjumpai rumah adat ini disekitar Garut dan beberapa desa yang masih alami.

Di masyarakat Jabar, Joloong berarti tergolek lurus ataupun terkulai. Gaya arsitekturnya sederhana dan tidak terlalu banyak ukiran. Bagian atap Joloponng berbentuk serupa pelana atau memanjang dan polos. Hampir diseluruh bagian rumahnya tidak terdapat lekukan yang rumit. Ruangan yang biasa dijumpai di Jolopong yaitu teras (emper), ruang tengah (imh tengah), kamar tidur (pankeh) dan dapur (pawon).

Parahu Kemureb

Rumah Adat Jawa Barat Perahu Kemureb
Rumah Adat Jawa Barat Perahu Kemureb – Sumber: TheMoonDoggies

Nama Perahu Kemurep pada rumah adat ini diambi dari bentuk atapnya yang serupa dengan perahu terbalik. Kamu bisa menjumpai desain rumah ini di daerah pedesaan Ciamis.

Perahu Kemureb membagi bagian atap menjadi 4 bagian yang terdiri dari 2 bagian depan dan 2 bagian belakang. Bentuknya serupa dengan trapesium dengan 2 segitiga sama sisi disampingnya.

Kadang ketika hujan, perahu Kemureb sering mengalami kebocoran. Hal ini terjadi sebabadanya pembagian ruang dalam atapnya. Akhirnya pada setiap pembagunan rumah, masyarakat provinsi ini memastikan bahwa pembangunan haruslah rapi.

Rumah Julang Ngapak

https://moondoggiesmusic.com/wp-content/uploads/2019/03/Rumah-Adat-Parahu-Kemureb.jpg
Rumah Julang Ngapak – Sumber: Aminama

Masyarakat Sunda mengartikan Julang Ngapak sebagai burung yang terbang. Julang Ngapak merupakan salah satu rumah adat Jawa Barat yang masih bisa kamu temukan di daerah Kampung Niaga Tasikmalaa dan Dukuh Kuningan.

Arsitektur yang paling antik berada pada bagia atapnya yang serupa dengan burung terbang dan mengepakkan sayap. Material atapnya terbuat dari ijuk dan daun rumbai yang disusun secara rapi. Ditambahkan pula kerangka atap bambu sebagai antisipasi bila terjadi kebocoran. Pada setiap sisi atapnya disertai dengan cagak gunting atau biasa dikenal capit hurang sebagai penguat.

Rumah Tagog Anjing

Tagog Anjing
Rumah Tagog Anjing – Sumber: Pola Rumah

Kenapa dinamakan Tagog Anjing? Sebab bentuk rumah adat ini menyerupai anjing duduk. Nggak perlu heran dengan nama rumah adat di provinsi ini, sebab hampir seluruhnya dinamakan serupa binatang. Tagog Anjing masih bisa kamu temukan di daerah Garut bagian pedesannya.

Arsitektur dari atap Tagog Anjing berbentuk segitiga dengan posisi menghadap ke muka. Material atapnya juga berasal dari ijuk dan daun rumbai yang disusun secara rapi. Masyarakat Jabar sering menyebut atap Tagog Anjing dengan Sorondoy.

Baca juga: Rumah Adat Sumatera Utara

Hingga kini atap Tagog Anjing masih sering menjadi inpirasi dalam beberapa tempat dan hotel. Pembangunanna tetu dimodifikasi sesuai dengan perkembangan trend arsitektur zaman sekarang.

Rumah Badak Heuay

Badak Heuey
Rumah Badak Heuay – Sumber: Dekoruma

Badak Heuay adalah salah satu rumah adat di Jawa Barat. Namaya diambil dari bentuk atap rumah yang serupa dengan badak sedang menguap. Kamu bisa menjumpai Badak Heuay di daerah Sukabumi.

Rumah adat ini memiliki teras di bagian depan rumah. Dulunya teras difungsikan sebagai tempat menerima tamu laki-laki. Terdapat atap kecil di atas teras yang menatu dengan atap rumah.

Arsitektur atap Bada Heuay masih dilestarikan hingga sekarang. Bangunannya disesuaikan dengan perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan kesan Badak Heauay.

Rumah Capit Gunting

Rumah Adat Jawa Barat Capit Gunting
Rumah Capit Gunting – Sumber: Wikipedia

Capit Gunting di Jawa Barat mempunyai makna ganda. Dulunya capit gunting adalah sebuah susuhan penyangga atap rumah masarakat provinsi ini. Setelahnya nama ini diadopsi sebagai salah satu rumah adat di Jawa Barat. Kamu akan kesusahan menemukan rumah adat ini sekarang, sebab rumah ini dianggap tidak minimalis. Namun kamu bisa menjupainya di beberaa tempat wisata.

Selain itu atap rumah adat ini memang menerupai capit dan gunting pisau. Posisinya berupa menyilang pada atap dan terbuat dari bambu yang sudah dihaluskan. Material atapnya berasal dari ijuk dan daun rumbai yang disusun sangat rapi.

Kasepuhan Cirebon

keraton kasepuhan cirebon
Kasepuhan Cirebon – Sumber: Merah Putih

Rumah adat Kasepuhan Cirebon masih bisa kamu temui dengan kokoh di Cirebon. Bangunannya menjadi saksi sejarah islam yang panjang. Didirikan sejak 1529 dan masih bisa berdiri kokoh hingga sekarang.

Pembagian ruangan dalm rumah ini cukup banyak sebab memng luas. Terdapat gerbang utama, pangrawit, pancaratna, halaman pertama dan kedua. Masarakat Jabar menyebut gerbang utama sebagai Kreteg Pangrawit. Modelnya serupa jembatan menuju bagian depan keraton.

Bagian Pancaratna berukuran 8 X 8 meter dengan 4 tiang peyangga atap. Material atapnya terbuat dari genteng. Sekilas Pancaratna menyerupai pendopo.

Baca juga: Rumah Adat Sumatra Barat

Itu dia ragam keunikan rumah adat di Jawa Barat. Kelestariannya perlu kita jaga dalam dunia nyata dan dalam ilmu. Bagaimana? Sudah lebih tahu kan tentang Jawa Barat dan budayanya? Semoga bermanfaat!

Leave a Reply