3 Rumah Adat Bangka Belitung, Ciri Khas dan Fungsinya

Posted on

Bangka Belitung berada di bagian timur dari Pulau Sumatra. Provinsi ini lebih dikenal dengan sebutannya yaitu Kepulauan Bangka Belitung. Secara resmi wilayahnya dibagi menjadi dua yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta 470 pulau-pulau kecil disekitarnya.

Kepulauan ini menyajikan keindahan dari segi alamya serta budaya. Dari segi alam, kamu bisa menjumpai puluhan pantai dengan pasir bak mutiara atau warna kuning keemasan. Sebagian besar pantainya belum terjamah oleh banyak wisatawan. Kalau dari segi budaya, kepulauan ini pun layak dijadikan panutan ragam budaya.Mulai dari hari besar keagamaan, ragam budaya ritual, tarian adat dan rumah adat.

Rumah adat di Bangka Belitung memang hanya da 3 model. Nama-nama rumah adatnya pun terdengar kurang unik karena hanya berdasar dari arsitektur modelnya saja. Yuk simak 3 model Rumah Adat Bangka Belitung di bawah ini.

1. Rumah Adat Limas

Rumah Adat Bangka Belitung Limas
Sumber: Aminama.com

Rumah Adat yang pertama bernama Limas. Namaya memang nggak asing karena Limas juga bisa ditemui di Palembang, provinsi Sumatra Selatan. Rumah ini dibawa oleh mereka yang dulunya tinggal di Palembang, kemudian bermigrasi ke Bangka Belitung. Jadi bisa dikatakan Limas adalah warisan budaya Palembang yang diadopsi oleh Kepulauan Bangka Belitung.

Disebut dengan Limas sebab kata ini adalah akronim dari Lima Emas. Selain itu, model bangunan dan wujud atapnya hampir mirip dengan Rumah Limas di Palembang. Gaya aritekturnya merupakan kombinasi klasik eropa kala masa kolonial. Sehingga Limas tampak sedikit lebih modern daripada 2 rumah adat Bangka Belitung lainnya.

Kepulauan Bangka Belitung mengadopsi Limas dengan sedikit penyesuaian adat pulau ini. Itulah kenapa dikatakan hampir mirip dengan Rumah Limas di Provinsi Sumatra Selatan. Bagian yang diubah adalah panjang bangunan dan peletakkan kamar tidur yang sejajar dengan ruang tamu. Selain itu, lantai pada ruang tau pun dibedakan tingginya. Untuk tamu yang memiliki status sosial lebih tinggi, maka biasanya akan duduk di lantai yang lebih tinggi.

2. Rumah Adat Rakit

Rumah Adat Rakit
Sumber: AnakPintar.com

Serupa namanya, yaitu Rumah Rakit, maka rumah ini sering dijumpai di atas laut. Bangunannya berasal dari rakit yang disulap menjadi rumah yang memiliki perabotan rumah tangga. Adanya rumah ini nggak lepas dari kondisi geografis Kepulauan Bangka Belitung yang dikelilingi oleh sungai.

Rumah Adat Rakit dimanfaatkan sebagai tempat tinggal dan tempat berbisnis di atas air oleh masyarakat Bangka Belitung. Pembuatan rakitnya berasal dari bambu anyan yang kuat dan tahan panas serta air. Terdapat campuran beberapa kayu seperti kayu Trembesi yang banyak dijumai di pulau ini. Dinding rumah adat rakit terbuat dari papan kayu. Seluruh material rumah disatukan menggunakan rotan.

Bagian yang paling unik dari Rumah Adat Rakit adalah letaknya yang selalu berpindah. Bangunan akan berpindah mengikuti kemana air dan angin membawa, atau pemilik mendayung.

Saat melihat rumah ini, sekilas akan nampak budaa Melayu Bubung Panjang yang tercampur dengan karakteristik Tionghoa pada warna emasnya. Lebihna lagi, rumah ini memang sering dibangun oleh mereka yang beretnis Tionghoa.

3. Rumah Adat Panggung

Rumah Panggung Bangka Belitung
Sumber: eddiemontgomerysteakhouse.com

Rumah adat Bangka Belitung model ketiga dalah Rumah Panggung. Dari kedua model lainnya, Rumah Panggung adalah yang masih terlihat alami. Model dan arsitektur budaya luar belum mempegaruhi bangunan rumah ini sehingga terlihat sederhana. Beberapa bagian rumah ini merupakan kombinasi budaya Melayu. Budaya Melayu yang diadopsi adalah Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubungan Limas.

Material untuk membangun Rumah Adat Panggung terdiri dari kayu dan bagian atapnya tertutup oleh daun rumbia. Sama halnya dengan Rakit, Rumah Adat Paggung juga menggunakan rotan untuk menyatukan material bangunan.

Atapnya ada yang dibuat sedikit lebih miring sehingga menghasilkan simteris rumah yang lebih unik. Pembagian ruanga yang ada di dalam dibagi menjadi 2 yaitu, ruang induk dan ruang dapur. Karena berbentuk panggung, bagian terasnya dilengkapi dengan tangga menuju ke pintu rumah induk.

Baca juga: Rumah Adat Kalimantan Tengah

Oh iya, hal yang unik dari rumah ini adalah tidak boleh memberikan cat di dinding. Jadi warna yang muncul di dinding berasal dari bahan-bahan alami yang mengeluarkan warna.

Ciri Khas

Setelah mengetahui 3 model rumah adat di Kepulauan Bangka Belitung, kamu perlu pahamjuga ciri khas bangunan di kepulauan ini. Apa aja?

  1. Setiap rumah adat Bangka Belitung pasti memiliki 3 ruangan pokok. Ruangan tersebut adalah ruang induk, dapur dan loss.
  2. Beberapa dinding rumah tidak diwarnai menggunakan cat, tetapi lebih memilih warna alami dari alam. Hal ini berlaku pada rumah adat Panggung.

Aritektur Rumah Adat Bangka Belitung

Arsitektur rumah adat kepulauan ini berciri khas. Bila kamu rangkum dari ketiga model yang sudah dijabarkan di atas, kamu akan menemui kesamaan.

  1. Material rumah menggunakan kayu dan papan kayu sebagai dinding. Atapnya ada beberapa yang menggunakan daun rumbia.
  2. Menggunakan rotan untuk menyatuan material bahan-bahan bangunan.
  3. Sebagian besar rumah adat di Kepulauan Bangka Belitung terpengaruh unsur budaya Melayu.
  4. Rumah panggung disokon oleh 9 tiang dengan 1 tiang utama. Pemasangannya tidak boleh sembarangan supaya rumah tetap kokoh.
  5. Rumah adat di sini banyak meggunakan ventilasi udara sebagai tempat bertukar udara.
  6. Dalam Rumah Adat Limas terdapat kamar pengantin yang penuh dengan ornamen klasik. Beragam warna bisa kamu temukan dalam kamar ini.
  7. Ruang induk biasanya ditutupi dengan alas berupa tikar. Tikar inilah yang menjadi ciri khas dari masyarakat kepulauan ini.
  8. Ruang induk tidak sipisahkan engan sekat sama sekali. Sehingga saat kamu kali pertama masuk akan tampak begitu luas.
  9. Halaman rumah Limas dan Panggung termasuk halaman yang luas. Masyarakat Bangka Belitung senang membuat halaman menjadi lebih asri dan nyaman untuk dikelilingi.

Fungsi Rumah Adat Bangka Belitung

Ada beberapa fungsi yang mewakili rumah adat di sini. Fungsinya memang sudah tidak diterapkan hingga sekarang, jadi hanya terdapat beberapa daerah saja yang menerapkannya. Apa aja fungsinya?

  1. Rumah sudah berfungsi sebagai tempat tinggal karena memiliki pembagian ruang yang pas. Ada ruang induk atau ruang utama, dapur dan loss (sebagai pemisah antara ruang induk dengan ruang lainnya).
  2. Bila tidak terdapat ruang tamu, masyarakat di sini memanfaatkan teras sebagai tempat untuk menerima tamu.
  3. Dapur bersifat multifungsi. Bia igunakan sebagai tempat menyimpan bahan-bahan makanan, tempat memasak, serta tempat menyimpan alat untuk bertani.
  4. Rumah adat di Kepulauan Bangka Belitung merupakan lambang kebudayaan peradaban di pulau ini.

Kalau kamu ingin melihat secara langsung seperti apa rupa salah satu rumah adat Bangka Belitung, kamu bisa mengunjungi Jalan Ahmad Yani. Jalan ini terleta tepat di samping Kantor Bupati Belitung, Kota Tanjung Pandang.

Baca juga: Jenis Rumah Adat Sulawesi Selatan 

Itulah 3 model rumah adat Bangka Belitung. Semoga kebudayaan dan kelestariannya tetap terjaga. Semoga bermanfaat!

Sumber: Aminama, Imujio, LenteraMata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *