Foto by waroengkopiindonesia.wordpress.com

Ritual Kematian Paling Aneh di Dunia, Wow Salah Satunya di Indonesia Loh!

Posted on

Kematian merupakan hal yang mengerikan bagi banyak orang. Bagi keluarga yang ditinggalkan mereka harus melepaskan dan merelakan orang yang sudah mati. Biasanya kerabat yang ditinggalkan melakukan beberapa ritual atau tradisi untuk menghargai kematian tersebut.

Namun, di beberapa belahan dunia mereka melakukan beberapa ritual aneh bahkan mengerikan bagi kita yang asing akan tradisi tersebut. Dan ritual aneh kematian ini salah satunya ada di Indonesia loh. Apa aja yah ritual aneh tersebut. Berikut beberapa negara dan ritual kematian aneh yang cukup mengerikan:

 

Jika seorang suami meninggal, istrinya dibakar hidup-hidup

Foto by boombastis.com

Tradisi yang terdengar cukup mengerikan dan kejam ini terjadi di India kuno. Tradisi yang bernama Sutee (sati) merupakan ritual membakar seorang istri, dimana jika seorang suami yang telah meninggal dibakar dan istrinya ikut dibakar sebagai bentuk pengorbanan seorang janda.

Tradisi ini sudah dilakukan dari beberapa abad yang lalu dan masih dilakukan hingga sekarang walaupun telah dikeluarkan larangan untuk melakukan ritual tersebut. Orang India percaya bahwa melakukan ritual ini sebagai bentuk penghormatan terhadap dewi sati.

Konon katanya ritual ini dilakukan secara suka rela oleh sang istri. Ada pula yang dilakukan secara paksa, jika seorang janda berusaha lari dari ritual ini akan dipatahkan kaki atau ditusuk sampai ia tak bisa lari lagi. Ia akan dibakar bersama jasad suaminya dan abunya dikremasi dengan abu sang suami. Ritual ini bisa dikatakan umur istri tergantung umur suami yah?

 

Pesta kematian bangsa viking

Foto by intisari.grid.id

Bangsa Viking yang terdapat di Bulgaria memang dikenal dengan keganasan. Termasuk dalam ritual kematian di bangsa ini cukup kejam dan mengerikan. Jika terjadi kematian seorang pemimpin atau Kepala Suku Viking, akan mengadakan sebuah pesta yang diiringi dengan pengorbanan nyawa manusia lainnya.

Selama beberapa hari dalam persiapan pesta tersebut, mayat sang Kepala Suku diletakkan disebuah makan sementara. Lalu pada hari dilaksanakannya ritual, seorang gadis budak secara suka rela ikut dibakar bersama mayat Kepala Suku.

Namun, sebelum dibakar bersama dengan mayat, gadis budak ini akan diberi minuman yang memabukkan, lalu ia akan disetubuhi oleh beberapa pria Viking setelahnya ia dicekik sampai mati. Lalu jasadnya disatukan dengan jasad Kepala Suku.

Dalam pesta ini ada pembedaan perlakuan terhadap golongan orang kaya dan orang miskin. Orang-orang yang miskin akan ditempatkan di kapal lalu dilepaskan dan dibakar, sedangkan orang-orang kaya akan mendapatkan perlakukan istimewa.

 

Memakan bangkai yang sudah meninggal

Kasus kanibal mungkin pernah Anda dengar sebelumnya. Di jaman seperti sekarang ini orang yang melakukan itu akan mendapatkan hukuman. Namun, pada jaman dulu masyarakat Melanesia di Papua Nugini dan suku Wari di Brazil melakukan ritual Endokanibalisme.

Ritual ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dengan cara memakan jasad orang yang telah meninggal tersebut. Konon katanya ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan hubungan antara yang hidup dan mati secara permanen. Tapi tradisi kejam ini telah dilarang dan saat ini sudah tidak diterapkan lagi.

 

Mayat yang dipotong dan diletakkan di atas gunung

Foto by waroengkopiindonesia.wordpress.com

Menurut kepercayaan Buddha Tibet jika ada seorang yang meninggal, mereka akan memotong mayat tersebut dan meletakkan potongan mayat tersebut di atas gunung agar dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai.

Ritual tersebut dipercaya sebagai bentuk sedekah. Mereka meyakini bahwa harus selalu menghargai kehidupan, oleh karena hal terakhir yang bisa dilakukan setelah kematian menjemput, jasadnya digunakan untuk menunjang kehidupan makhluk lain.

 

Memotong jari sebagai bentuk kesedihan

Foto by travel.detik..com

Kali ini tradisi aneh dan cukup kejam datang dari Indonesia tepatnya di Papua Barat yang dilakukan oleh suku Dani. Dalam tradisi ini jika ada salah seorang keluarga yang meninggal, maka ibu nya harus memotong satu ruas jadi nya sebagai bentuk kesedihan.

Jika yang meninggal seorang suami, maka yang harus memotong jari adalah istrinya. Dalam melakukan ritul ini jari wanita yang akan dipotong diikat oleh benang, lalu kemudian dipotong oleh benda tajam hingga terputus.

Jari yang telah terputus dibiarkan mongering dan dibakar dan abunya disimpan di tempat khusus. Untuk saat ini, ritual memotong jari telah dilarang, namun masih bisa terlihat pada orang-orang tua di suku Dani yang telah melakukan ritual tersebut pada jaman dulunya.

 

Memasak tubuh orang yang telah meninggal

Ritual kematian semcam ini dilakukan oleh suku Aborigin di Australia. Mereka akan memasak jasad orang yang telah meninggal dan mengumpulkan cairan tubuhnya yang nantinya akan digunakan untuk menggosok badan pemuda pria di suku Aborigin yang dipercaya untuk mendapatkan kekuatan.

Suku Aborigin sendiri ternyata tidak hanya memiliki ritual seperti itu saja. Jadi tradisi di sana tidak homogen tetapi banyak yang membentuk berbagai budaya. Alih-alih memasak jasad orang yang meninggal, Suku Aborigin yang lain menghormati orang yang telah meninggal dengan mengambil tengkoraknya dan digunakan sebagai tempat menyimpan minuman.

Ada tradisi lain yang menyebutkan bahwa tubuh orang yang meninggal akan dijadikan ornamen – ornament. Semua tradisi itu sebagai bentuk mengingat yang sudah meninggal dan sebagai bentuk penghormatan.

 

Menyiksa diri sendiri hingga mati

Para pendeta Buddha di Jepang biasanya yang melakukan ritual ini yang biasa disebut Sokushinbutsu. Dimana ritual ini sebenarnya telah dilarang sejak tahun 1900-an. Ritual ini dilakukan selama kurang lebih 2000 hari. Di 1000 hari pertama mereka akan menghilangkan semua lemak yang ada dalam tubuhnya.

Mereka hanya boleh makan kacang atau biji-bijian tanpa ditambah dengan jenis makanan lain, ini dilakukan agar lemak dalam tubuhnya hilang. Di 1000 hari selanjutnya mereka akan menghilangkan cairan yang ada dalam tubuh dengan memakan akar atau batang dari pohon pinus.

Dan setelah melakukan itu, para pendeta akan meminum teh yang diracik secara khusus dan mengandung racun yang dapat menyebabkan muntah-muntah dan diare. Kemudia, mereka akan duduk di ruangan kecil dan berdiam diri hingga waktu kematian datang.

 

Setiap kematian memang pasti akan meninggalkan rasa kehilangan dan kesedihan bagi orang yang ditinggalkan. Pihak keluarga pasti akan melakukan apapun cara untuk menghargai dan melakukan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Banyak cara memang, tapi untuk dijaman seperti ini hal-hal yang tak lazim sudah seharusnya tak dilakukan.

Karena orang memiliki hak untuk melindungi dan menjalankan kehidupannya sendiri, tidak harus dipaksa mati atau mengikuti orang terkasih yang telah meninggal. Di Indonesia sendiri, kita sebagai umat yang mayoritas menganut agama islam dalam menghargai dan melakukan penghargaan dengan melakukan beberapa kegiatan ibadah dan setelah dikubur cukup dikirim doa

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar arwah yang telah meninggal tenang dan diberi kemudahan dalam menjalankan kehidupan setelah kematian tersebut.

 

Sumber:

https://www.boombastis.com/ritual-kematian-ngeri/50548

https://manado.tribunnews.com/amp/2019/05/18/5-ritual-kematian-ini-paling-aneh-di-dunia-mulai-dari-memasak-mayat-hingga-potong-jari-sendiri?page=4

Leave a Reply