Cindaku
Sumber: boombastis.com

8 Legenda dari Jambi

Posted on

Kota Jambi yang juga merupakan sebuah provinsi, mempunyai lokasi yang cukup strategis, yaitu ada di tengah pulau Sumatra. Hal ini membuat Jambi seringkali dijuluki sebagai jantungnya Sumatra. Jika kamu pernah berkunjung ke Jambi, kamu tidak akan asing dengan tempat wisatanya seperti Tugu Keris Siginjai dan Jembatan Gentala Arasy.

Namun, apakah kamu sudah pernah mendengar legenda-legenda dari Jambi seperti Putri Cermin Cina dan Raja Tan Talanai? Jika belum, mari simak kisahnya bersamaan dengan 8 legenda lainnya dari Jambi berikut.

Legenda Negeri Jambi

Legenda Negeri Jambi
Sumber: gpswisataindonesia.info

Dahulu, Negeri Jambi tidak dalam satu kesatuan, melainkan mulanya adalah 5 desa yaitu Petajin, Muara Sebo, Batin Duo Belas, Tujuh Kuto, dan Sembilan Koto. Masing-masing pemimpin dari desa berunding untuk menentukan pemimpin yang pantas. Mereka membuat ujian berat meliputi 4 ujian yaitu dibakar, direndam di air panas, ditembakkan sebagai meriam, dan digiling.

Tidak ada satu pun pemimpin dari masing-masing desa yang mampu melewati ujian itu. Hal ini membuat mereka mulai mencari pemimpin yang datang dari luar Negeri Jambi. Dalam pencarian yang cukup lama, akhirnya ada seorang sakti dari Negeri Keling yang ingin mencoba ujian itu.

Betapa saktinya orang tersebut, dia bahkan masih tetap hidup dan tidak mengalami banyak luka setelah melewati ujian itu. Dengan begitu, dia diangkat menjadi raja yang memimpin Negeri Jambi.

Asal Mula Bukit Kancah

Asal Mula Bukit Kancah
Sumber: dongengceritarakyat.com

Legenda Bukit Kancah merupakan kisah 3 kakak beradik yang tinggal di hutan setelah orang tuanya meninggal. Mereka dijuluki dengan si sulung, si tengah dan si bungsu. Suatu hari si sulung dan si tengah diminta untuk memimpin perang karena kesaktian mereka.

Mereka ragu untuk menerima karena khawatir dengan keselamatan si bungsu. Si tengah pun mengusulkan kepada si sulung supaya si bungsu dimasukkan dalam kancah (kuali besar) dan dibacakan mantera. Dengan begitu, si bungsu tidak akan terlihat oleh siapapun. Si sulung dan si tengah akhirnya mampu memimpin perang dan berhasil menjadi pemenang.

Sementara itu, kehadiran si sulung dan si tengah sebenarnya tidak begitu disukai oleh orang-orang di kerajaan sehingga muncul pertikaian antara dua kakak beradik dan prajuri kerajaan. Sayangnya, si sulung justru terbunuh dalam pertikaian itu. Di sisi lain, si tengah mampu memenangkan pertikaian. Selepas itu, si tengah berlari kembali ke hutan untuk mencari adik bungsunya. Dia menangis tersedu mengingat kakak sulungnya sudah tiada, sehingga tak ada yang bisa membebaskan si bungsu.

Si tengah lantas mencari pertolongan agar adiknya bisa bebas. Namun, lambat laun, justru kancah si bungsu semakin ditumbuhi oleh pepohonan dan lama-lama menjadikan kancah itu berubah menjadi bukit yang kini disebut dengan Bukit Kancah.

Asal Mula Daerah Lempur

Asal Mula Daerah Lempur
Sumber: dongengceritarakyat.com

Alkisah, Kerajaan Tiga Puncak Kaum mengadaka pesta selama tiga hari tiga malam. Pada hari terakhir, keluarga Pamuncak Tanjung Sari juga diundang. Sayangnya, sang pamuncak tidak dapat datang, sehingga dia mengutus istri dan putrinya.

Selama pesta, si putri begitu menikmati pesta, bahkan dia menjadi pusat perhatian. Ketika sang ibu mengajaknya pulang, tiba-tiba si putri membentak ibunya sekaligus menganggapnya sebagai pembantu. Saat perjalanan pulang, si ibu merasa begitu terpukul atas tingkah putrinya.

Mulutnya pun memanjatkan doa agar si putri menerima ganjaran yang setimpal. Siapa sangka, si putri justru masuk ke dalam genangan lumpur dan tak dapat diselamatkan. Sejak saat itu, daerah itu dikenal dengan daerah Lempur, Jambi.

Putri Cermin Cina

Putri Cermin Cina
Sumber: gpswisataindonesia.info

Sutan Mambang Matahari adalah seorang raja yang mempunyai putra bernama Tuan Muda Selat dan putri bernama Putri Cermin Cina. Ketika mereka beranjak dewasa, Putri Cermin Cina jatuh cinta dan dilamar oleh salah satu tamu raja bernama Tuan Muda Senaning. Bahkan, Tuan Muda Senaning pun juga berteman dengan Tuan Muda Selat.

Saat Sutan Mambang Matahari pergi berniaga, Tuan Muda Selat mengajak Tuan Muda Senaning untuk bermain gasing. Saking semangatnya beradu gasing, tak sengaja gasing Tuan Muda Selat mengenai kening Putri Cermin Cina hingga membuatnya meninggal. Tuan Muda Senaning yang begitu terpukul dengan kejadian itu malah melakukan aksi bunuh diri menyusul kepergian Putri.

Tuan Muda Selat yang kebingungan dan terpukul memutuskan untuk memakamkan dua jasad orang yang dikasihinya terlebih dulu. Selepas itu, Tuan Muda Selat yang begitu sedih tak mampu untuk tinggal di kerajaan. Dia memilih untuk tinggal di suatu kampung yang sekarang dijuluki Kampung Selat.

Raja Tan Talanai

Kisah Tan Talanai
Sumber: gpswisataindonesia.info

Raja Tan Talanai adalah seorang raja yang berkuasa di Jambi yang mendambakan seorang anak. Setiap hari dia berdoa agar dapat dikaruniai anak. Akhirnya, setelah begitu lama menunggu, sang istri pun melahirkan seorang putra. Seorang peramal tiba-tiba datang ke istana dan memberikan ramalan jika putra Tan Talanai akan membunuhnya kelak. Tidak mau hal itu terjadi, Tan Talanai pun akhirnya membuang bayinya ke laut hingga ditemukan oleh Ratu Siam.

Bayi itu dirawat dengan sepenuh hati oleh Ratu Siam, dia bahkan juga tahu kalau bayi itu sebenarnya anak Raja Tan Talanai. Saat bayi itu dewasa, Ratu Siam menceritakan pada anak tersebut jika dia adalah putra kandung dari Raja Tan Talanai. Sang putra merasa tidak terima dengan perlakuan ayahnya yang membuang dirinya.

Sehingga, dia berencana menyerang kerajaan ayahnya. Tiba saat penyerangan, sang raja menemui anaknya dan memohon maaf karena telah terjadi kesalah pahaman. Dia selama ini terlalu percaya dan dibodohi oleh peramal. Setelah mendengar penjelasan detail dari ayahnya, sang putra dengan legowo menerima permintaan maaf ayahnya. Mereka pun kembali berdamai.

Rangkayo Hitam dan Keris Sijinggai

Rangkayo Hitam
Sumber: youtube.com

Nama Rangkayo Hitam terkenal sebagai raja dari Melayu Jambi yang mempunyai kesaktian luar biasa. Pada masa Kerajaan Melayu Jambi sedang dijajah oleh Kerajaan Mataram, dia sempat menolak upeti yang dikirimkan oleh pihak Kerajaan Mataram. Hal ini membuat Kerajaan Mataram murka dan ingin menyerang kembali Melayu Jambi.

Rencana Kerajaan Mataram pun ternyata sudah bocor ke telinga Rangkayo Hitam. Sehingga dia berencana mendatangi Kerajaan Mataram. Ditengah perjalanan, dia malah bertemu dengan empu pembuat keris. Lalu, si empu bertutur jika keris yang dia buat dipesan untuk membunuh rangkayo. Si empu tidak tahu kalau orang yang bicara dengannya adalah Rangkayo itu sendiri.

Menurut si empu, keris ini akan mempunyai kesaktian penuh jika dimandikan dalam 7 muara. Tanpa pikir panjang, Rangkayo seketika merebut keris dari empu dan menaruhnya di sanggul, sehingga membuatnya dijuluki sebagai Keris Siginjai.

Cindaku

Cindaku
Sumber: boombastis.com

Legenda Cindaku di kalangan masyarakat Jambi nampaknya bukan hal asing. Cindaku ini merupakan makhluk yang berupa setengah manusia dan setengah harimau. Makhluk ini konon ada di lereng Gunung Kerinci dan sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Menurut kepercayaan masyarakatnya, Cindaku bertugas untuk menjaga agar manusia dan harimau tidak saling serang. Selain itu, Cindaku juga harus menjaga agar perjanjian antara manusia dan harimau untuk tidak dilanggar yakni mereka harus sama-sama menghargai wilayahnya masing-masing.

Cik Upik

Legenda Cik Upik
Sumber: mengenaljambi.blogspot.com

Cik Upik merupakan nama seorang perempuan yang berasal dari Padang, yang mana pada waktu itu sedang melakukan perjalanan dengan kapal. Entah apa yang terjadi, kapal yang ditumpangi Cik Upik itu terbalik hingga membentuk danau yang disebut dengan Danau Sipin sekarang ini.

Dari peristiwa itu, Cik Upik masih bisa selamat dan memutuskan tinggal di daerah dekat Kampung Danau Sipin. Daerah di pinggiran danau dipercaya oleh masyarakat Jambi untuk bermain. Daerah itu kini juga dekat dengan Kantor Gubernur Jambi.

Bukan hanya 8 legenda di atas saja yang menjadi andalan Jambi. Melainkan masih banyak legenda yang tersimpan dibanding dengan potensi wisatanya. Disamping menikmati potensi wisatanya, kamu juga bisa belajar legenda dibalik terjadinya suatu tempat yang bisa jadi kini menjadi tempat wisata yang terkenal di Jambi.

Leave a Reply