4 Pakaian Adat Banjar

Posted on

Banjar merupakan salah satu suku yang mendiami dan mendominasi di Kalimantan Selatan atau kalsel. Kalimantan Selatan yang beribukota Banjarmasin dengan penduduk hampir lebih dari 90% beragama islam.

Kalimantan Selatan pada zaman dahulu juga memiliki beberapa kerajaan besar, yang menjadi salah satu faktor banyaknya tradisi dan budaya peninggalan nenek moyang, baik dari alat musick hingga pakaian adatnya.

Pakaian adat dari Kalimantan Selatan terkhususnya banjar, biasanya menjadi pakaian pengantin dan memiliki beberapa macam, nah berikut beberapa macam pakaian adat dari Banjar, Kalimantan Selatan.

1. Ba’amar Galung Pancaran Matahari

Pakaian adat yang pertama ini merupakan busana pengantin yang cukup populer di masyarakat Banjar. Pakaian adat ini telah ada sejak abad ke-17. Pada pakaian adat ini memiliki perpaduan antara budaya hindu dan jawa yang cukup kental.

Perpaduan yang berasal dari budaya jawa terlihat dari pemakaian bunga melati dan mawar yang menambah aura pengantin lebih menari sesuai dengan nama pakaian adat ini.

Sedangkan dari budaya hindu terlihat dari dekorasi mahkota kain yang terdapat naga dan kelabang atau masyarakat Banjar lebih sering menyebutnya halilipan.

Bagi perempuan menggunakan baju poko dengan hiasan manik-manik rumbai dan ditambah dengan kida-kida (hiasan pengantin berbentuk segi lima). Untuk pria, menggunakan kemeja dengan kerenda di dada.

Untuk pria pakaian adat yang dipadukan dengan jas tanpa kancing dan menggunakan celana panjang. Lalu ditambah dengan kain yang diikat di pinggang dengan motif halilipan dan tali wenang.

Baca juga : Pakaian Adat Kalimantan Utara

2. Bagajah Gamuling Baular Lulut

Foto by borneochannel.com

Pada pakaian adat yang kedua ini, bagi pria bisa mengenakan baju lengan pendek yang tidak berkerah atau tidak memakai baju. Yang nantinya akan dihiasi dengan manik-manik yang mengkilau.

Selain itu ditambh juga dengan kalung, samban, ikat pinggang, dan kain yang bermotif halilipan, dan penutup kepala yaitu mahkota yang berbentuk ular lidi.

Sedangkan untuk perempuan mengenakan kemban yang ditambah aksesoris seperti selendang, ikat pinggang, konde, kembang goyang, dan bunga melati. Untuk bawahan mengenakan kain yang bermotif halilipan juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *