7 Tarian Adat Kalimantan Selatan, Akar Budaya Banjar dan Dayak

Posted on

Kostum dan pakaian yang digunakan para penari mengenakan rompi ala khas suku dayak dengan hiasan kepala yang dibuat dari daun janur serta atribut pelengkap lainnya seperti gelang ataupun lukisan cat pada tubuh penari.

5. Tari Bagandut

Tari Bagandut Kalimantan Selatan
Penampilan Penari Tari Bagandut | Foto: Kanalkalimantan.com

Tarian Bagandut sering disebut juga dengan nama Tarian Gandut yang dilakukan secara berpasangan yang merupakan salah satu bentuk tari tradisional kerajaan Banjar, Kalimantan Selatan.

Pada zaman dahulu tarian ini memang memperlihatkan sisi erotisme gerak tari yang mirip dengan Tari Ronggeng dari Sumatra dan Tari Tayub dari Jawa. Istilah “Gandut” sendiri memiliki makna penari wanita yang sama dengan istilah “Tledek” dalam bahasa Jawa.

Selain itu, awalnya tarian tersebut hanya dipertunjukan di kawasan istana Kerajaan Banjar saja. Namun, pada tahun 1860-an tarian ini mengalami perkembangan pesat dan menjadi kesenian tari yang digemari oleh rakyat umum. Tarian ini biasa dipentaskan pada berbagai acara pesta rakyat seperti hajatan, pernikahan, malam hiburan kampung, dan sebagainya.

Baca juga: Tarian Adat Kalimantan Tengah

Keunikan lainnya dari Tari Bagandut terdapat pada penari-penarinya yang harus berparas cantik dan pandai menari sehingga bisa menjadi “Gandut”. Tidak jarang para penari cantik Tarian Bagandut juga memiliki keahlian bela diri untuk menghindari perilaku nakal para penonton di zaman itu.

6. Tari Tantayungan

Tari Tantayungan Kalimantan Selatan
Penampilan Tari Tantayungan | Foto: Blogkulo.com

Tarian Tantayungan ialah tarian tradisional masyarakat Banjar yang menggunakan topeng sebagai ciri khas. Tarian ini berkembang dan berasal dari kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Kesenian tarian ini menggambarkan cerita dan kisah dalam tokoh pewayangan dengan dialog antar para penari yang menjadikan tarian tersebut seakan-akan hidup. Musik yang mengiringi dalam Tari Tantayungan berasal dari alat musik tradisional masyarakat Kalimantan Selatan seperti Babun, Sarunai, Gong, dan Kurung-kurung yang menghasilkan sebuah karawitan musik.

Seiring dengan perkembangan zaman tarian ini sudah jarang dimainkan dan ditemui. Dalam tarian ini para penari topeng sering mengalami kerasukan karena itu tarian tersebut dianggap sakral dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menarikan tarian ini.

7. Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang Kalimantan Selatan
Tari Kuda Gepang | Foto: Commons.wikimedia.org

Tarian Kuda Gepang adalah salah satu jenis tarian di Kalimantan Selatan yang berasal dari Suku Banjar. Tari ini identik dengan properti seperti kuda-kudan namun juga memiliki perbedaan dengan Tari Kuda Lumping asal Jawa Timur.

Perbedaan Tari Kuda Gepang dengan Tari Kuda Lumping terletak pada bagaimana menggunakan properti kuda-kudaan. Jika Tarian Kuda Lumping ditunggangi maka dalam Tarian Kuda Gepang dikepit dibagian ketiak penari.

Tarian ini biasa dipentaskan saat acara-acara perkawinan masyarakat Banjar untuk mengiringi para pengantin menuju pelaminan. Gerakan tarian yang energik dan bersemangat sehingga menjadi hiburan yang cocok untuk berbagai lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Tarian Adat Kalimantan Barat

Demikianlah ulasan mengenai 7 tarian adat Kalimantan Selatan yang memiliki akar budaya Suku Banjar dan Dayak. Kesenian dan Budaya di Kalimantan Timur memang unik dan memiliki ciri khas tersendiri dari dua unsur besar kebudayaan dari suku asli daerahnya.

Gravatar Image
Perkenalkan saya Zafrul sebagai penulis atau kontributor dalam Takterlihat.com Semoga senang dan mendapat manfaat dari membaca tulisan saya. More about me : linkedin.com/in/zafroel/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *