5 Tarian Adat Khas Jawa Tengah

Posted on

Tarian ini juga disebut sebagai sebuah kesenian adiluhung yang berarti tarian tersebut dipertunjukan dan dipentaskan secara benar-benar khusus dan resmi seperti acara besar Penobatan Seorang Raja atau Hari Peringatan Kenaikan Tahta dalam keratonan.

Selain dianggap sakral, tarian ini juga dianggap memiliki nilai unsur mistis karena dilatarbelakangi penggambaran hubungan asmara Raja-raja Mataram dengan Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul yang direpresentasikan melalui gerakan tari.

Jumlah penari dalam tarian ini 9 orang perempuan degan ketentuan masih ‘suci’ dan tidak sedang haid. Hal ini juga karena ketentuan khusus yang dianggap sakral bahkan para penari tersebut juga melakukan puasa sebelum acara pementasan.

Busana dan kostum yang digunakan mirip dengan pakaian pengantin adat Jawa sehingga terlihat mempesona dan anggun. Musik yang mengiri tarian ini berasal dari alat musik Gamelan ataupun Gending Ketawang Gedge.

Tari Bondan Payung

Tari Bondan Payung
Penampilan cantik penari Tari Bondan Payung | Foto: Myimage.id

Surakarta memang menjadi pusat budaya di Jawa Tengah. Tarian Bondan Payung menjadi salah satu tarian yang berasal dari sana juga yang menggambarkan rasa kasih sayang ibu kepada anak-anaknya.

Karena nilai filosofi yang tinggi didalamnya, pada zaman dahulu tarian ini wajib dan harus ditarikan oleh para kembang desa sebagai bentuk menunjukan jati diri kepada masyarakat. Tarian memiliki keunikan tersendiri karena memiliki jenis tariannya yang masing-masing mewakili perasaan, keadaan, tingkah laku, serta perjuangan seorang ibu.

Terdapat tiga jenis tarian turunan dari Tari Bondan Payung yaitu Tari Bondan Cidongo, Bondan Mardisiwi, dan Bondan Pegunungan. Masing-masing menggambarkan tentang hal yang berbeda seperti rasa sedih seorang ibu pada Tari Bondan Cidongo, rasa suka cita seorang ibu pada Tari Bondan Mardisiwi, dan tingkah laku para perempuan di desan pada Tari Bondan Pegunungan.

Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom
Penampilan memukau penari Tari Gambir Anom | Foto: Myimage.id

Tarian Gambir Anom memiliki ciri khas sendiri yaitu merupakan sebuah tarian yang bertemakan kisah percintaan dari Jawa Tengah. Kesenian tersebut juga dalam tariannya menggambarkan tingkah pola seseorang yang sedang merasakan jatuh cinta, salah satunya seperti berdandan.

Banyak gerakan lain juga menggambarkan akan hal tersebut, contohnya mengatur gaya rambut, berbedak, bercermin, hingga mondar-mandir seakan-akan menunggu sang pujaan hati di depannya.

Kisah dalam tarian ini bercerita mengenai tokoh bernama Gambir Anom atau Irawan Putra Arjuna yang berpetualang dalam cinta. Pada umumnya tarian ini dipentaskan oleh seorang pria.

Baca juga: 7 Tarian Adat Jakarta yang Kental akan Perpaduan Budaya

Itulah ulasan 5 tarian adat Jawa Tengah yang menjadi cerminan keindahan seni budaya. Dengan demikian kita tahu bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu pusat perkembangan budaya di Pulau Jawa yang memiliki kekayaan budaya dan seni tari yang luar biasa serta dapat dibedakan dengan ciri khas masing-masing.

Gravatar Image
Perkenalkan saya Zafrul sebagai penulis atau kontributor dalam Takterlihat.com Semoga senang dan mendapat manfaat dari membaca tulisan saya. More about me : linkedin.com/in/zafroel/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *