5 Tarian Adat Bali, Penuh Pesona Budaya yang Khas

Posted on

Dalam beberapa sumber literatur bahasa, kata “Barong” sendiri dipercaya berasal dari kata “Bahruang” yang memiliki makna dan arti binatang Beruang. Meski demikian, sosok Barong yang digambarkan bisa memiliki wujud beragam tergantung jenis Tari Barong yang dibawa dan dipentaskan.

Terdapat beberapa jenis Tari Barong yaitu Barong Macan, Barong Bangkal, Barong Asu, Barong Gajah, Barong Blasblasan, Barong Landung, dan Barong Keket. Jenis tari Barong Keket merupakan yang paling populer dan terkenal yang memiliki wujud perpaduan binatang antara macan, singa, dan sapi.

Baca juga: Tarian Adat Sumatra

Beberapa orang mengenal Tari Barong dengan ciri khas topeng berwajah seram khas ukiran Bali. Tari ini biasa ditarikan oleh dua orang laki-laki dengan satu orang berada di bagian kepala dan satu orang lagi berada di bagian ekor Barong. Dalam pertunjukannya, alat musik Gong Kebyar, Gamelan Batel, dan Gamelan Babarongan digunakan untuk mengiringi tarian ini.

4. Tari Trunajaya

Tari Trunajaya Bali
Tari Trunajaya | Foto: Youtube.com

Tarian Trunajaya merupakan sebuah tarian tradisional asal Bali yang menggambarkan sosok pemuda/pemudi. Nama Tari Trunajaya berasal dari dua kata yaitu Truna dan Jaya. Kata Truna mengandung arti sosok pemuda dan kata jaya memiliki arti puncak atau sedang berjaya.

Filosofi dan nilai tarian ini menggambarkan sosok pemuda atau pemudi yang sedang tumbuh dan beranjak menjadi sosok dewasa. Dalam gerak tariannya mencerminkan sikap dan perilaku seorang remaja yang memiliki tubuh kuat, enerjik, emosional, serta gerakan memikat seorang gadis.

Ciri khas gerakan Tari Trunajaya dapat terlihat dengan gerakan penari yang tegas dengan kaki para penari diberi jarak seperti sedang melakukan kuda-kuda. Biasanya pada zaman dahulu tarian ini dibawakan oleh laki-laki karena karakter tariannya yang lugas dan bertenaga. Namun, saat ini tarian tersebut biasa juga ditarikan oleh perempuan Bali sebagai tari pertunjukan atau hiburan.

5. Tari Legong

Tari Legong Bali
Tari Legong Bali | Foto: Indonesia.go.id

Tarian satu ini merupakan salah satu bentuk tarian adat Bali yang berasal dari lingkungan kerajaan atau keraton di Provinsi Bali. Tarian Legong juga termasuk kedalam tarian klasik khas Bali yang dahulu dipentaskan untuk lingkungan keraton Bali.

Menurut bahasa, nama Legong berasal dari kata “Leg” yang berarti luwes atau tidak kaku, dan kata “Gong” yang berarti musik Gamelan. Dari hal itu, maka makna dari nama Legong dapat diartikan sebagai sebuah tarian yang luwes dan lemah gemulai serta dalam pertunjukannya diiringi oleh irama musik dari Gamelan.

Tari Legong sendiri memiliki beberapa jenis tarian lagi seperti Legong Keraton atau Legong Lasem, Legong Smaradahana, Legong Jobog, Legong Legod Bawa, Legong Kuntul dan Legong Sudarsana. Dalam pagelaran tariannya, Tari Legong biasa ditarikan 2 hingga 3 orang penari yang membawakan tokoh “Condong” sebagai bagian pembuka dalam tari.

Baca Juga : Tarian Adat Riau

Terdapat ciri khas dan keunikan dalam tarian Legong yaitu adanya kipas yang digunakan sebagai ciri khas oleh penari terkecuali penari yang memerankan tokoh Condong yang kadang dibawakan jika jumlah penari memungkinkan.

Demikianlah ulasan ringkas mengenai 5 tarian adat Bali yang penuh pesona budaya yang khas dan ikonik. Daftar tarian ini belum mencakup keseluruhan tarian adat yang ada di Bali karena terdapat banyak lagi tarian asal Bali yang unik dengan ciri khasnya masing-masing. Budaya dan adat Suku asli Bali memegang corak dan warna yang dominan pada kesenian tarian yang ada di Pulau Dewata ini.

Gravatar Image
Perkenalkan saya Zafrul sebagai penulis atau kontributor dalam Takterlihat.com Semoga senang dan mendapat manfaat dari membaca tulisan saya. More about me : linkedin.com/in/zafroel/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *