5 Rumah Adat Kalimantan Timur Beserta Penjelasannya

Posted on

Rumah tradisional masyarakat Kaltim lainnya adalah Betang. Ukurannya hampir serupa dengan Lamin, sehingga mampu ditempati oleh banyak keluarga. Nama lain dari betang adalah Lou, Lamin dan Lewu Hante.

Desain Betang pun hampir serupa dengan Lamin. Di dalam Betang dibagi menjadi 3 ruangan utama yaitu ruang los, kamar tidur serta dapur. Ruang los menjadi poros utama dari Betang. Posisinya berada di tengah dan berfungsi sebagai tempat pertemuan ataupun kegiatan sosial lainnya. Bagian kamar tidur berjejer di sepanjang ruangan. Biasanya kamar tidur orang tua terletak di bagian hulu dan anak berada di bagian hilir. Dapur Betang pun harus menghaap ke arah aliran sungai supaya rezekinya lancar.

Baca juga: Rumah Adat Sulawesi Selatan

Betang menjelma menjadi pusat kegiatan serta kebudayaan masyarakat Kaltim yang sarat akan makna kehidupan. That’s why ruangan dan beberapa desain Betang harus sesuai secara turun temurun.

4. Paser

rumah adat kalimantan timur paser
Sumber: Sengkatel.com

Rumah adat Kalimantan Timur yang keempat adalah Paser. Paser umumya dibangun pada arah tepian sungai. Paser dibangun dekat sungai sebab sungai menjadi sumber pangan yang menunjang.

Desain Paser serupa rumah panggung yang berbentuk segi empat memanjang. Bagian tiangnya terbuat dari kayu kuat supaya tidak mudah lapuk karena air. Paser pun tidak menggunakan paku sebagai media penyambung kayu. Masyarakat daerah sana menggunakan rotan untuk mengikat bangunan dengan kuat.

Rumah adat ini umumnya dihuni oleh lebih kurang 2 sampai 3 kepala keluarga. Misalnya orang tua, anak menantu dan saudara dari ibu ataupun bapak.

5. Suku Wehea

suku wehea
Sumber: SymbianPlanet.net

Suku Wehea menjadi nama rumah adat Kalimantan Timur dan juga salah satu jenis Suku Dayak. Suku Dayak Wehea menjadi suku yang kali pertama menghuni wilayah sungai Wehea atau biasa disebut Long Msaq Teng dan Tlan.

Uniknya suku ini tidak mengenal adanya Betang, Paser, Bulungan ataupun Lamin. Mereka mendirikan sendiri tempat tinggal dengan nama Eweang. Eweang adalah rumah dengan model panggung yang saling bersambungan dengan jembatan. Antara bangunan dengan jembatan disambung menggunakan rotan serta pasek dari kayu.

Baca juga: Rumah Adat Kalimantan Selatan

Nah, itu dia 5 Rumah Adat Kalimantan Timur. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *