2 Rumah Adat Bengkulu dan Penjelasannya Lengkap

Posted on

Tulusi Bubungan Lima memiliki ukiran yang membuatnya semakin klasik. Peletakkan tulusi tepat di atas jendela atau di atas pintu rumah. Kemudian tiang penyangga rumah berada di bagian tengah bangunan. Tiang ini dinamai tiang penjuru.

Bagian Atas

Bagian yang menjadi istimewa dari Bubungan Lima adalah bagian atap. Bagian atap rumah ini memang sederhana, namun tersusun rapi. Dulunya penutup atap menggunakan ijuk enau. Namun seiring berkembangnya zaman, masyarakat beralih ke seng.

Bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara atap rumah dan badan rumah adalah peran. Material yang digunakan membuat plafon berasal dari kayu dan bambu.

Arsiektur Bubungan Lima

Bubungan Lima
Sumber: Kumpulan Ilmu

Arsitektur dari Bubungan Lima juga menarik untuk dikupas. Lagi-lagi masyarakat Bengkulu memberikan nama 9 bagian rumahnya dengan unik. Apa aja?

  1. Berendo

Berendo sama seperti teras rumah. Di tempat ini biasanya pemilik rumah bersantai, bercengkrama dan menerima tamu. Kadang Berendo juga digunakan sebagai tepat bermain anak-anak.

  1. Hall

Hall digunakan untuk meneria tamu yang sudah dikenal baik oleh pemilik rumah. Biasanya saudara atau kerabat dekat akan berada di Hall ketika bertamu. Fungsi lain dari Hall juga bisa digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga besar.

  1. Bilik Gadang

Bilik Gadang adalah nama lain dari kamar utama keluarga. Ruangan ini biasanya digunakan untuk tidur suami istri pemilik rumah dan anak mereka yang masih kecil.

  1. Bilik Gadis

Bilik Gadis adalah nama lain dari kamar tidur yang dikhususkan untuk anak perempuan. Biasanya masyarakat Bengkulu membangun Bilik Gadis bersebalahan dengan Bilik Gadang.

  1. Ruang Tengah

Ruang tengah adalah ruangan kosong tanpa perabot. Hanya ada tikar yang biasanya digunakan sebagai alas anak bujang tidur. Kadang tikar juga difungsikan sebagai alas untuk menerima tamu sang ibu dan kerabat dekat dari gadis.

  1. Ruang Makan

Ruang makan berfungsi sesuai namanya yaitu sebagai tempat makan. Masyarakat provinsi ini membangun ruang makan dekat dan bersebelahan dengan dapur.

  1. Garang

Garang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan air. Kadang Garang juga digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan makanan sebelum dipakai.

  1. Dapur

Sesuai dengan namana, Dapur digunakan sebagai tempat untuk memasak dan menyimpan makanan. Dapur terletak di tengah-tengah antara Garang dan Ruang Makan.

  1. Barendo Belakang

Barendo belakang adalah teras belakang rumah. Bagian ini sering difungsikan sebagai tepat bersantai khusus bagi para perempuan. Sekilas, Barendo Belakang mirip dengan Rumah Adat Umeak Potong Jang, Kubung Beranak da Patah Sembilan.

Rumah Adat Bengkulu Umeak Potong Jang

Rumah Adat Bengkulu Umeak Potong Jang
Sumber: GPS Wisata Indonesia

Rumah adat Bengkulu yang kedua adalah Umeak Potong Jang. Rumah adat ini adalah rumah asli dari suku Rejang. Arti dari Umeak Potong Jang adalah rumah yang dibangun oleh Rejang. Masyarakat Suku Rejang sendiri sering menyebut dengan Umeak-an atau rumah tradisional. Rumah ini sudah tidak bisa kamu jumpai di Bengkulu.

Beberapa cerita menyebutkan bahwa bentuk Umeak Potong Jang sudah dipengaruhi oleh potongan Merangjat. Merangjat adalah suku yang mendiami Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Poin yang paling menjadi pembeda adalah bubungan pada Umeak Potong Jang.

Umeak Potong Jang mempunyai bubungan yang melintang. Sehingga bagian cucuran atau tritisan atap langsung menghadap depan dan belakang. Sedangkan bentuk bubungan yang sudah terpengaruh oleh Meranjat menjadi membujur. Hal ini mengakibatkan tritisan atap menghadap ke arah samping.

Nah itu dia 2 jenis rumah adat Bengkulu beserta penjelasan bagian-bagian rumahnya. Semoga bemanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *