8 Legenda dari Sulawesi Selatan

Posted on

Putri Tandampalik merupakan putri dari Datu Luwu. Datangnglah sebuah lamaran dari Raja Bone yang meminta Putri Tandampalik. Menurut adat, orang Luwu tidak boleh menerima pinangan dari orang lain di luar sukunya. Akan tetapi, untuk menghindari peperangan, Datu Luwu menerima pinangan tersebut.

Lamaran itu justru membuat Putri mengalami penyakit kulit yang berbau. Penyakitnya ini membuat Putri diasingkan ke hutan. Di hutan sana, Putri bertemu seekor kerbau yang menyeruduk dirinya. Kerbau itu menjilati dirinya dan dengan ajaibnya semua penyakit kulitnya itu hilang. Putri Tandampalik pun menjadi cantik kembali.

Legenda Sawerigading dan We Tenriabeng

Sawerigading
Sumber: agussiswoyo.com

Batara Lattu’ mempunyai dua istri yang ternyata melahirkan anak secara bersamaan. Masing-masing dari anaknya itu adalah laki-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya diberi nama Sawerigading dan yang perempuan diberi nama We Tenriabeng. Konon, menurut ramalan, mereka berdua akan jatuh cinta. Sehingga, untuk mencegah hal itu maka dua saudara itu dibesarkan secara terpisah.

Baca juga: Legenda dari Bangka Belitung

Saat dewasa, hal yang ditakutkan itu benar-benar terjadi. Sawerigading tiba-tiba bertemu dengan We Tenriabeng dan mereka jatuh cinta. Namun, kedua orang tuanya tidak menyetujui hal itu dan memutuskan untuk mengirim Sawerigading ke dataran Cina sana. Di sana, Sawerigading memulai hidup baru dan konon menikah dengan sepupunya bernama We Cudai.

Sepak Bola Binatang

Sepak Bola Binatang
Sumber: kompasiana.com

Sepak bola yang dimainkan oleh manusia pastinya bukan hal yang asing lagi, tapi bagaimana dengan sepak bola binatang? Pernahkah kamu mendengarnya? Sepak bola binatang ini ada karena raja hutan jengah dengan hewan-hewan yang suka berebut makanan. Dengan adanya sepak bola binatang ini diharapkan jika hewan-hewan lebih bersahabat lagi.

Pertandingan berjalan begitu menyenangkan dan euforianya begitu terasa. Tiba di pertadingan final, giliran kerbau dan sapi yang saling berhadapan. Saking semangatnya, mereka sampai melepas bajunya dalam bertanding. Siapa sangka saat itu hujan malah turun sangat deras, bahkan tetes air yang turun bisa sebesar kerikil.

Para binatang pun langsung berlarian sana-sini hingga tim kerbau ternyata salah mengambil baju milik tim sapi. Sementara itu, tim sapi juga salah mengambil tim kerbau. Alhasil, pakaiaan atau kulit dari sapi cenderung kebesaran atau menggelambir. Lalu, berlaku sebaliknya pada para kerbau.

Putra Mahkota Lamadukelleng

Putra Mahkota Lamadukelleng
Sumber: kompasiana.com

Lamadukelleng sebenarnya adalah anak raja yang dibuang oleh bibinya saat masih bayi di Sungai Jeneberang dikarenakan bibinya itu iri dengan ibunya. Setelah dewasa, Lamadukelleng menjadi pemuda yang sakti dan bisa mengobati berbagai penyakit. Sang raja yang sedang sakit parah mendengar kabar tentang Lamadukelleng.

Maka, dia menyuruh utusannya untuk mencari Lamadukelleng. Lamadukelleng diminta oleh raja untuk menyembuhkan penyakitnya. Usahanya itu berhasil dan membuat sang raja kagum. Lantas, ditanyailah Lamadukelleng tentang asal-usulnya, dan dijawab jika dia dulu dibuang di sungai.

Raja yang pernah mengalami pengalaman yang sama dengan hilangnya anaknya itu pun mencoba mencari tahu. Ternyata, Lamadukelleng memang benar-benar anaknya. Akhirnya, mereka pun bisa bersua kembali dan Lamadukelleng diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya.

Baca juga: Legenda Dari Bali

Itulah 8 legenda yang ada di Sulawesi Selatan yang barangkali bisa menambah pengetahuanmu akan budaya di daerah Sulawesi Selatan. Setiap legenda tadi setidaknya harus tetap dikisahkan secara turun temurun demi menjaga agar legenda tersebut tidak hilang ditelan zaman, mengingat legenda juga bagian dari kebudayaan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *