8 Legenda Dari Bali

Posted on

Garuda tidak tahu sebenarnya di mana letak Tirtha Amertha tersebut. Namun, untungnya saat pencariannya, dia bertemu dengan Dewa Wisnu yang membawa Tirtha Amertha. Dewa Wisnu pun bersedia untuk memberika Tirtha atas permintaan Garuda, tetapi Garuda harus mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu.

Hal inilah yang membuat Garuda dijuluki sebagai Garuda Wisnu Kencana. Sementara itu, Tirtha Amertha berhasil didapatkan oleh Garuda. Ibunya pun bisa dia selamatkan berkat Tirtha tersebut.

Legenda Men Brayut

Men Brayut
Sumber: idntimes.com

Pan Brayut dan Men Brayut adalah pasangan suami istri yang tinggal di Bali. Kisah mereka menjadi terkenal karena kemampuan mereka dalam membesarkan ke 18 anaknya. Meskipun dianggap berhasil mendidik ke 18 anaknya sampai mereka menikah, namun ada suatu masa di saat mereka mengalami pertengkaran.

Baca juga: Legenda Jakarta

Hal itu terjadi saat Hari Raya Galungan, Men Brayut yang begitu kelelahan mengasuh ke 18 anaknya, masih saja tertidur. Padahal Pan Brayut sdah menyiapkan makanan untuk keperluan sesaji. Saat Men Brayut bangun, justru dia menghabiskan makanan tersebut.

Tak urung Pan Brayut langsung marah-marah karena kejadian ini. Namun, terlepas dari hal tersebut, Men Brayut tetaplah dijadikan sebagai salah satu legenda bagi perempuan yang begitu kuat dalam mengasuh ke 18 anaknya.

Legenda Tuwung Kuning

Legenda Tuwung Kuning
Sumber: gambaranimasi.co

Pan Tuwung Kuning, istri dari Men Tuwung Kuning sangat suka adu jago pernah berujar jika anak yang dilahirkan istrinya perempuan, maka anak itu akan dijadikan santapan bagi ayam jagonya. Kebetulan, tak lama setelah ucapannya itu, Men Tuwung Kuning hamil.

Tiba saat hari kelahiran anaknya, ternyata Men Tuwung Kuning melahirkan bayi perempuan. Cepat-cepat ibu Men Tuwung Kuning membawa bayi itu ke rumahnya. Sementara, Pan Tuwung Kuning belum kembali ke rumah. Saat Pan Tuwung Kuning pulang, Men Tuwung Kuning berbohong jika anaknya telah dia korbankan untuk ayam jago.

Namun, kebohongan itu telah tercium oleh Pan Tuwung Kuning. Men Tuwung Kuning lantas menjemput bayinya dari rumah ibunya, dan ternyata bayi tersebut justru sudah berubah menjadi gadis remaja. Anaknya itu sedang menenun baju yang katanya akan digunakan sebagai baju jenazahnya.

Saat hari yang ditentukan tiba, Pan Tuwung Kuning dan putrinya pergi ke hutan. Putrinya sudah siap untuk ditebas dan dikorbankan, namun tiba-tiba saja wujudnya menghilang. Pan Tuwung Kuning benar-benar menyesali perbuatannya ini hingga menangis tersedu.

Bawang dan Kesuna

Bawang dan Kesuna
Sumber: youtube.com

Bawang dan Kesuna adalah dua bersaudara yang berlainan sifat. Sutu pagi, ibunya sedang pergi ke pasar, Kesuna mengerjakan semua pekerjaan rumah sampai ibunya pulang. Namun, Bawang justru mengaku kalau dialah yang mengerjakannya semua. Kesuna marah dibuatnya, bahkan sang ibu mengusirnya.

Kesuna yang begitu sedih itu langsung lari ke hutan dan bertemu dengan burung Crukcuk. Dia meminta agar burung Crukcuk itu mematuknya saja supaya dia mati karena kesal dengan keluarganya. Tetapi, saat si burung mematuk, justru emaslah yang menghiasi tubuh Kesuna.

Beberapa waktu kemudian, Bawang dan Kesuna yang lama tak bertemu tiba-tiba kembali berjumpa. Kali ini Bawang begitu iri dengan Kesuna yang tubuhnya penuh dengan perhiasan. Bawang mencari tahu dari mana asalnya perhiasan itu, dia pun datang ke hutan menemui burung Crukcuk. Sayangnya, bukan malah emas yang keluar dari tubuhnya, melainkan lintah. Sungguh malang nasib Bawang.

Baca juga: Legenda Jawa Timur

Sekian 8 legenda dari Bali yang telah dikisahkan. Dengan mengetahui beberapa legenda Bali di atas, tentunya kamu akan lebih memperkaya wawasan kebudayaanmu mengenai kebudayan nusantara. Selain itu, kamu juga bisa membaca legenda dari daerah lainnya dengan cerita yang sangat mencerminkan daerah mereka masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *