8 Legenda dari Sulawesi Tengah

Posted on

Pada masa dulu, Tanah Mori terdiri dari banyak suku yang memiliki kepemimpinan sendiri-sendiri. Suku-suku tersebut seringkali terlibat cekcok hingga pertikaian yang membuat resah. Untuk menghindari pertikaian kembali, para pemimpin suku mulai merencanakan untuk mencari raja yang bisa memimpin para suku tersebut.

Maka, mereka meminta tolong kepada Ratu Palopo, ratu yang menjabat di Kerajaan Luwuk, Sulawesi Selatan. Sang ratu pun menyuruh 3 saudaranya bernama Sungkawang, Sungkawowo, dan Pilewati untuk pergi ke Tanah Mori dan dipilih menjadi raja. Setelah perundingan dan pemilihan raja, Sungkawowo lah yang terpilih untuk memimpin Tanah Mori. Begitulah asal mula Kerajaan Mori berawal.

Asal Mula Pohon Sagu dan Palem

Legenda Sagu dan Palem
Sumber: histori.id

Legenda ini terjadi pada keluarga miskin di Donggala. Kemiskinan yang mereka alami ini tak lain karena ulah si ayah yang pemalas. Suatu hari, si ayah berinisiatif untuk berkebun. Ini tentu membuat si ibu senang karena akhirnya si ayah mau bekerja.

Tapi, ternyata sama saja, si ayah sangat malas dalam mengurusi urusan perkebunan, hingga si istri pun menegur si ayah. Si ayah tak terima dengan teguran itu dan terjadilah pertengkaran. Merasa begitu tersakiti oleh ucapan si ayah, si istri segera lari ke hutan dan menceburkan diri ke telaga. Saat si ayah sadar kalau kata-katanya keterlaluan, dia segera menyusul si ibu bersama anaknya.

Siapa sangka, si ibu malah berubah menjadi pohon sagu. Si anak begitu sedih melihat hal itu dan dia ikut menceburkan diri ke telaga dan menjadi poon sagu juga. Sementara itu, si ayah yang tak kuasa kehilangan istri dan anaknya juga menyusul terjun ke telaga dan menjadi pohon palem.

Tadulako Bulili

Tadulako Bulili
Sumber: caritra.tumblr.com

Di Desa Bulili, terdapat 3 orang tadulako bulili atau panglima perang. Mereka selalu dimintai bantuan oleh warga desa. Termasuk saat Moro, istri dari Raja Sigi menyuruh untuk mengabarkan kepada Raja Sigi jika dia telah melahirkan anaknya. Tadulako Bulili itu pun langsung mengabarkan pada Raja Sigi sekaligus meminta lumbung padi untuk putranya.

Tetapi, Raja Sigi malah mencurigai jika Tadulako Bulili itu berbohong dan memberikan lumbung padi yang begitu berat. Dengan kekuatan dari Taduko Bulili itu, lumbung yang berat itu pun dengan mudah mereka angkat. Hal ini semakin membuat Raja Sigi marah dan akhirnya menyuruh prajurit untuk mengejar mereka. Sayangnya, usaha pengejaran itu gagal karena hujan badai.

Setelah itu, Raja Sigi yang dendam dengan Tadulako Bulili pun menjebak mereka dan membuat keributan di Desa Bulili. Namun, sekali lagi dengan kekuatan Tadulako Bulili, Raja Sigi dapat dikalahkan dan tak mau mengganggu Desa Bulili lagi.

Sesentola dan Burung Garuda

Sesentolo dan Burung Garuda
Sumber: dongengceritarakyat.com

Sesentola merupakan anak yang mampu makan dengan porsi banyak. Berkat bakat makannya itu, dia mempunyai kesaktian yang begitu kuat. Suatu hari, dia memutuskan untuk merantau ke suatu kampung. Ternyata kampung itu sangat sepi sehingga membuat Sesentola heran. Dibalik sepinya kampung itu ternyata ada serangan dari Raja Garuda yang menyuruh seekor burung garuda untuk membinasakan warga kampung itu.

Sesentola pun tak tega melihat perlakuan itu lantas menyerang garuda itu dengan segenap kekuatannya. Beruntunglah, akhirnya Sesentola bisa mengalahkan garuda itu, sehingga Raja Garuda tak lagi mengganggu kampung tersebut.

Baca juga: 8 Legenda dari Sulawesi Selatan

Setelah membaca 8 legenda dari Sulawesi Tengah tadi, pastinya pengatahuanmu tentang legenda daerah di Indonesia akan semakin bertambah bukan? Jangan lupa untuk tetap melestarikan legenda-legenda daerah yang ada di Indonesia, mengingat legenda juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut untuk dilestarikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *