8 Legenda dari Kalimantan Tengah

Posted on

Akan tetapi, ketika dipanggil-panggil, si anak justru tak menyahut. Barulah ketika si ibu menutup pintu, dia melihat anaknya sudah berubah menjadi patung. Ibunya menangis tersedu melihat anaknya. Patung itu lantas dinamai Patung Abeh sesuai dengan nama anak itu. Hingga kini, patung itu masih ada di Dayu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Asal Mula Burung Elang

Asal Mula Elang
Sumber: boombastis.com

Raja Sangian sedang mengalami sakit dan meminta bantuan kepada anaknya, Rangkang Karangan untuk memanggil tabib Nyai Jaya dan Mangku Amat. Ketika sampai di rumah tabib itu, Nyai Jaya justru bilang kalau Raja Sangian sudah sembuh.

Rangkang tentu tidak percaya dengan perkataan Nyai Jaya, sehingga membuat Nyai Jaya membawakan dua buah kipas yang harus dikipaskan di muka ayahnya kalau saja ayahnya belum sembuh. Ternyata, ayah benar-benar sembuh dari penyakitnya. Dengan begitu, dua kipas tadi tidaklah berguna lagi.

Ayah dan anak itu pun menerbangkan kedua kipas dan betapa ajaibnya, kipas itu berubah menjadi burung jantan dan betina yang besar. Oleh masyarakat, burung tersebut pun ditengarai sebagai burung elang, sehingga kejadian tadi menjadi sebuah asal mula burung elang.

Asal Mula Tanaman Padi

Asal Mula Padi
Sumber: 88villages.com

Alkisah, di Desa Tanah Lingo sedang terjadi kemarau panjang yang amat membuat warganya kesusahan. Sumber air kering, tanaman mati, dan udara panas begitu menyiksa mereka. Beritu Taun sebagai kepala desa mendapat ilham jika penyebab terjadinya kekeringan ini adalah karena dosa-dosa warga desa tersebut.

Untuk membersihkan dosa-dosa mereka, maka harus ada seorang yang rela menumpahkan darahnya. Tentu saja semua warga desa tak ada yang mau melakukannya. Namun, Putri Liyung, putri dari Beritu Taun malah mengajukan diri. Beritu Taun sebenarnya enggan menerima permintaan putrinya, tapi karena tak ada satupun warga yang mau, dengan berat hati dia mengikhlaskan anaknya.

Ketika hari pengorbanan tiba, hujan tiba-tiba datang lagi ke desa tersebut. Kemarau panjang telah usai. Muncullah tanaman yang sekilas seperti rumput namun mempunyai bulir-bulir. Tanaman inilah kemudian disebut sebagai padi.

Murlaw dan Punoi

Murlaw dan Punoi
Sumber: pinterest.com

Murlaw ingin membuka sebuah ladang dengan terlebih dulu menebang pohon-pohon. Ternyata ada satu pohon yang terus saja tumbuh keesokan harinya meskipun sudah ditebang sampai habis. Akhirnya, Murlaw memutuskan untuk menunggu pohon itu semalaman.

Diluar dugaan, ternyata ada burung punai yang berkicau begitu nyaring hingga membuat pohon itu tumbuh. Saat Murlaw mendekati burung itu, burung itu kaget dan malah terjatuh berubah menjadi seorang wanita. Wanita tersebut sangat cantik sehingga membuat Murlaw jatuh cinta dan memberi nama wanita itu Punoi. Mereka menikah dan dikaruniai seorang anak.

Saat sang anak lahir, si anak suka sekali mendengar ibunya menyanyikan sebuah lagu. Padahal lagu itu tidak boleh dinyanyikan oleh Punoi. Akhirnya, demi kebaikan semuanya, Punoi menyanyikan lagu itu dan tanpa sepengetahuan siapapun, dia berubah menjadi seekor burung punai lagi dan terbang bebas ke langit.

Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh

Pulau Hanaut
Sumber: wikimapia.org

Hiduplah seorang raja dengan nama Lumuh Peang yang mempunyai putri bernama Lumuh Lenggana dan putra bernama Lumuh Sumpit. Saat Lumuh Peang mulai sakit-sakitan, dia menunjukkan sebuah warisan batu intan yang begitu bercahay kepada kedua anaknya. Beberapa waktu kemudian, Lumuh Peang meninggal dan tahta kearajaan jatuh ke Lumuh Lenggana.

Kerajaan di bawah Lumuh Lenggana tidak berjalan baik, bahkan dua bersaudara itu mulai bertikai memperebutkan batu intan itu. Oleh karena pertikaian itu, dua bersaudara itu justru terkena hukuman berupa badai yang menghantam hingga membuat kapal yang mereka tumpangi terpecah belah. Lalu, muncullah sebuah pulau bernama Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh yang letaknya saling berdekatan.

Menarik bukan 8 legenda yang telah dikisahkan di atas? Dengan mengetahui kisah-kisah seperti legenda tadi, pastinya bisa menambah pengetahuanmu mengenai kebudayaan di Kalimantan Tengah. Selain itu, dengan mengetahui legenda-legenda daerah, kamu juga bisa lebih menghargai perbedaan di setiap budaya yang ada.

Sumber: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1982). Ceritera Rakyat Daerah Kalimantan Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *