5 Pakaian Adat Sumatera Selatan

Posted on

Nah, terate ini adalah salah satu aksesoris yang digunakan pada pakaian adat Aesan Paksangko dan Aesan Gede. Kalau kamu lihat dibagian dada dan juga pundak laki-laki atau perempuan yang mengenakan baju adat, pasti ada hiasan yang dipakai untuk menutupi daerah pundak dan dada. Ya, itulah namanya Terate.

Warnanya emas dan di bagian tepinya terdapat pekatu berbentuk bintang serta rantai dan juntaian lempengan emas berbentuk biji mentimun. Hiasan ini melambangkan kesucian dan kemegahan.

Baca juga:  Pakaian Adat Banjar

4. Tanjak

sumber-tokopedia.com

Hayoo, siapa yang sudah pernah pakai tanjak? Sedikit cerita nih, sewaktu ospek di Universitas Sriwijaya, semua mahasiswa baru wajib mengenakan tanjak  dan berhasil memecahkan rekor MURI.

Ya, tanjak ini adalah topi adat yang sering digunakan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan dan upacara adat. Ketika mengenakannya, maka akan terlihat gagah bak raja.

Eh, kamu yang anak Palembang pasti tau kan ya? Ga mungkin dong kalo ga tau. Apalagi mahasiswa Unsri, eaaakk. Udah ah, ga mau flashback masa-masa perkenalan kampus wkwkw.

Baca juga:  Pakaian Adat Sunda

5. Akseseoris Gelang Kecak, Gelang Palak Ulo

sumber-weddingku

Gelang memang aksesoris yang tidak bisa ditinggalkan. Biasanya wanita memakai gelang kecak yang merupakan gelang emas 24 karat dan dikenakan di bagian pangkal lengan agar terlihat mewah.

Sedangkan gelang Palak Ulo, yaitu gelang emas 24 karat dengan taburan berlian berbentuk ular naga bersisik dan berpulir. Biasanya para wanita mengenakannya di bagian lengan.

Sebenarnya masih banyak lagi aksesoris yang dikenakan seperti keris, trompah, selendang, dan lainnya. Dan itu semua adalah termasuk adat Sumatera Selatan yang sangat unik dan patut diacungi jempol.

Gravatar Image
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *