5 Cerita Horor dari Sumatera

Posted on

Orang Palembang menyebutnya dengan “hantu banyu” berbentuk seperti perpaduan antara siamang dan manusia, memiliki rambut panjang dan berlendir.

Konon, jika ada yang terpeleset dan jatuh ke sungai musi, maka akan ditangkap oleh hantu banyu dan memang setiap tahunnya selalu ada kejaidan yang memakan korban. Entah itu orang hilang atau tenggelam.

Karena sungainya sangat dalam, maka sulit untuk menemukan korban yang jatuh. Pernah ada yang hlang di sungai musi, dan baru ditemukan du hari kemudian dengan posisi korban duduk menunduk dan keuda tangan melipat memeluk kaki. Yang membuat terkejutnya adalah dibagaian kepala korban ada yang berlobang, menandakan otaknya telah dihisap oleh hantu banyu.

Selain hantu, naga juga ada disini. Sebenarnya itu adalah ikan, namun bentuknya mirip naga.  Sudah banyak ornag yang pernah melihat keberadan naga tersebut.

Baca juga:  lagu Pemanggil Setan

4. Goa Jepang

sumber-travelkompas.com

Ada yang pernah ke Goa Jepang? Ya, mendengar kata Goa saja pikirannya sudah tentang yang serem-serem. Ya, Goa Jepang ini dibangung pada masa penjajahan Jepang dan digunakan sebagai tempat eksekusi, benteng dan tempat pengintai.

Ada yang menyeramkan dengan salah satu ruangan dari Goa ini, yaitu dapur. Eits, bukan tempat untuk masak ya gaes, tapi tempat ini digunakan untuk penyiksaan dan mutilasi tubuh para tawanan perang.

Ya, pantas saja jika tempat ini menyeramkan. Sudah pasti arwah orang-orang yang di mutilasi merasa sangat tidak tenang dan tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Huuu seremmm.

5. Bukit Tambun Tulang

sumber-sejarahkumu.blogspot.com

Sesuai dengan namanya, bukit ini penuh dengan tulang belulang manusia. Terletak di Sumatera Barat, menngisahkan cerita mistis. Kisahnya, orang dari Pesisir sangat sulit untuk pergi ke Minangkabau.

Dengan hambatan di jalan yang harus dilalui seperti mendaki bukit, tak jarang mereka malah dirampok di tengah jalan. Tak hanya dirampok, bahkan mereka pun dibunuh.

 

Gravatar Image
Hidup adalah ujian, namun bagaimana cara kita menyelesaikan ujian itulah yang paling penting. Saatnya hidupkan lilin daripada memaki kegelapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *